Pasca Mogoknya Angdes Padang Pariaman Ribuan Pelajar dan Masyarakat Gunakan Jasa Ojek

Inilah Angdes Kabupaten Padang Pariaman yang mogok beberapa waktu lalu yang hingga kini angdes tersebut tidak kunjung menambang.

Inilah Angdes Kabupaten Padang Pariaman yang mogok beberapa waktu lalu yang hingga kini angdes tersebut tidak kunjung menambang.

PADANGPARIAMAN,PADANGTODAY.com-Pasca mogoknya angkutan perdesaan di Kabupaten Padang Pariaman membuat ribuan pelajar dan masyarakat di daerah setempat terpaksa menggunakan jasa ojek.Nampaknya hingga berita ini diturunkan belum tanda-tanda angkuta pedesaan akan menambang kembali. Meskipun sudah ada pertemuan dari Pemerintah Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, terkait mogoknya angkutan perdesaan tersebut.

Ditengah kondisi ekonomi masyarakat yang kian merosot, para orang tua yang anaknya setiap hari menggunakan jasa angkot harus pontang-panting mencari uang untuk mencukupi biaya anak sekolah. Khadir misalnya salah seorang orang tua murid harus bekerja eksra keras untuk memenuhi kebutuhan uang jajan anak agar bisa sampai ke sekolah.

“Kalau sebelum mogok uang jajan plus ongkos angkot setiap harinya saya hanya kasih Rp.15.000 saja, sekarang ini saya harus kasih anak saya Rp.25.000. Untuk ongkos ojek Rp.15.000 dan uang jajan di sekolah Rp.10.000. Tolonglah wakil-wakil kami di DPRD carikanlah solusi secepatnya, agar angdes ini bisa menambang kembali,” kata Khaidir salah seorang orang tua murid, di Tandikat Kecamatan Patamuan Padang Pariaman, Rabu (01/04/2015)

Mogoknya angkot di Padang Pariaman terkait kebijakan Pemerintah Kota Pariaman untuk memaksimalkan fungsi Terminal Jati di Kota Pariaman. Dimana seluruh angkutan pedesaan dari Kabupaten Padang Pariaman menuju Kota Pariaman baik itu dari Sicincin, Lubuk Alung, Sungai Limau, Sungai Geringging, Kampung Dalam harus masuk terminal Jati Pariaman. Selanjutnya masyarakat yang ingin masuk pusat kota harus menggunakan jasa angkot kota Pariaman.

Bertahannya untuk mogok angdes Kabupaten Padang Pariaman, karena penghasilannya menurun drastis kalau tidak diizinkan masuk kota, karena di terminal Jati tidak ada penumpang yang akan dibawa. “ Daripado panek manambang sajo, samantara panumpang indak ado rancak oto ko ditagak-an sajo dirumah juragan,” kata Dicky salah seorang sopir angkutan pedesaan Sicincin-Pariaman, Rabu (01/04/2015).

Menurut Dicky, sebenarnya kebijakan Pemerintah Kota Pariaman ini untuk masuk terminal jati Pariaman sudah dicoba kawan-kawan angdes selama sepekan, namun kesulitan mendapatkan penumpang . “Untuk itu kami berharap Pemerintah Kota Pariaman untuk memberikan dispensasi, kami tetap masuk Terminal Jati, namun tolong izinkan masuk ke pusat Kota Pariaman,” ujarnya.(wis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*