Pasir Baru Riwayatmu Kini

Padang-today.com –  Korong Pasir Baru Nagari Pilubang yang terletak di pesisir utara Padang Pariaman merupakan sebuah Korong berpenduduk sangat padat, tak kurang 400 kepala keluarga di Kenagarian Pilubang, Keamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman mendapat ancaman dari air laut.

Dikorong pasir baru itu, masyarakat setempat setiap tahunnya selalu dihadapkan dengan permasalahan abrasi laut yang merendam pemukiman warga setempat. Kenapa tidak, daerah itu sangat dekat dengan bibir pantai.

Pasir Baru yang terletak di bibir pantai, risiko abrassi pun menjadi ancaman bagi warga. Selama hampir 30 tahun, daratan pantai Pasir Baru sudah terkikis habis hampir 100 meter. Penyebabnya antara lain karena pantai tak lagi terlindungi oleh pohon aru (camar laut) dan pohon bakau.

Demi menahan abrasi pantai di dekat permukiman, warga setempat bergotong royong secara swadaya memasang karung geotekstil berisi pasir.

“Kami tidak mungkin terus menunggu bantuan dari pemerintah pusat untuk mengatasinya sementara abrasi pantai semakin parah, dan meluas,” kata salah seorang warga yang tinggal dekat bibir pantai Zul Karnein alias Buyuang, Selasa (16/6).

Ia mengatakan upaya yang dilakukan warga ini memang hanya bisa menahan sementara, namun diharapkan bisa mengatasi abrasi sebelum bantuan pemerintah secara permanen tiba.

Dana untuk membeli karung geotekstil didapatkan dari sumbangan warga, dan juga sejumlah pihak yang peduli dengan kondisi abrasi pantai di daerah itu.

“Namun kami hanya mampu membeli beberapa, padahal kami masih banyak membutuhkannya,” katanya.

Dipilihnya karung jenis geotekstil, lanjutnya karena sebelumnya pihaknya juga telah memasang bahan yang sama, dan itu merupakan bantuan dari Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V.

“Hingga sekarang karung itu masih bertahan, tidak seperti karung biasa yang mudah lapuk,” ujarnya.

Sebelumnya warga setempat mengharapkan pemerintah daerah segera menangani abrasi pantai di daerah itu.

“Abrasi sudah lama di daerah ini, bahkan setiap tahun kami dihadapkan dengan permasalahan yang satu ini, namun pada bulan Ramadhan lalu abrasi tambah parah,” kata salah seorang warga Pasir Baru Dikalawati di Sungai Limau,

Ia mengatakan pada bulan Ramadhan lalu bibir pantai sampai pada dapur warung dan rumah warga yang bermukim di sekitar bibir pantai itu, padahal warga telah memasang polongan dan karung yang terbuat dari geotekstil.

“Beruntung beberapa bulan lalu kami sudah memasang polongan untuk pemecah ombak,” katanya. (Suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas