Payakumbuh Timur Satukan Visi Kelola Sampah

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Camat Payakumbuh Timur L. Kefrinasdi, mengajak seluruh kepala kelurahan dan LPM, untuk membangun bank sampah disetiap kelurahan. Camat mentargetkan, pada semester pertama tahun ini, seluruh kelurahan di wilayah kerjanya sudah memiliki bank sampah.

Advertisements

Pada rapat koordinasi bersama kepala kelurahan, LPM, TP-PKK, di aula kantor kecamatan setempat, Selasa (3/2), camat meminta lurah dan LPM mampu menggalang dana untuk pembangunan bank sampah.  Camat memotivasi ibu-ibu rumah tangga, agar sampah di rumah tangga disulap menjadi sumber tambahan pendapatan keluarga.

“Sampah rumah tangga jangan dibuang, dan dijual ke bank sampah yang dikelola LPM,” ungkap  Camat L. Kefrinasdi, dalam rakor dimaksud. Pada kesempatan ini juga hadir,  Kapolsek Payakumbuh, AKP Basrial, Perwakilan Danramil dan Duta Zero Waste Payakumbuh.

Dikatakan camat, paradigma kita terhadap sampah harus dirubah. Jika dahulu sampah merupakan barang yang tidak berguna dan menjadi masalah rumah tangga, maka saat ini sampah bisa menjadi uang dan menampah pendapatan keluarga.

“Dulu sampah dibuang, sekarang sampah bisa jadi uang dengan adanya bank –bank sampah di daerah kita. Untuk itu tolong sampaikan kepada warga  bahwa sampah mereka sekarang punya nilai jual, lumayan buat membantu tagihan rumah tangga,”  pesan Camat.

Menurut camat, Pemerintah Kota payakumbuh sangat serius dalam hal pengelolaan sampah. Walikota, Riza Falepi melalui Kantor Lingkungan Hidup mengharapkan agar diseluruh kelurahan se Kota Payakumbuh memiliki minimal satu Bank Sampah.

Sementara itu, Koordinator Zero Waste Payakumbuh yang merupakan binaan bersama Pertamina Foundation dan Pemko Payakumbuh, Novanto Yudistira mengatakan bahwa prinsip pengelolaan sampah di Kota Payakumbuh mengacu kepada konsep 3R.

“Kita menganut konsep 3R dalam mengelola sampah, yaitu Reduce, Re-use, dan Recycle. Reduce merupakan proses pengurangan jumlah sampah, Re-use menggunakan kembali barang yang sudah dianggap sampah, misalnya plastic asoi dan Recycle adalah mendaur ulang sampah menjadi barang baru yang bermanfaat bagi manusia,” terang Novanto.

“Sampah plastik saja bertingkat-tingkat, dan punya nilai jual yang berbeda. Begitupun kertas dan jenis sampah lainnya, oleh karena itu si pemilik sampah perlu memilah dulu sampah yang akan dijual ke bank sampah, agar nilai jualnya bisa lebih tinggi, sebab jika bercampur, maka sampah dinilai dengan harga bahan sampah terendah,” ujarnya.

Pada prinsipnya proses daur ulang sampah itu ditujukan untuk dipakai kembali oleh yang punya sampah, akan tetapi jika produknya bagus, tak tertutup kemungkinan pasar akan tersedia dan kami siap menampungnya,” ujar Novanto sembari memperlihatkan berbagai produk hasil daur ulang sampah di Bank Sampah Koto Tuo Limbukan.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek Payakumbuh,AKP Basrial juga menyarankan masyarakat agar jangan ragu dengan pemasaran sampah daur ulang.

“Untuk pemasaran bapak ibuk jangan ragu, pemasaran sangat luas, seperti sampul buku hasil daur ulang, itukan bisa ditawarkan ke sekolah sekolah melalui dinas pendidikan agar sampul buku tersebut dibeli oleh anak-anak sekolah se Payakumbuh, itukan sangat luas sekali pasarnya,” saran Basrial.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*