PayoKurir, Alternatif Belanja tanpa Biaya Mahal

PayoKurir, Alternatif Belanja tanpa Biaya Mahal

PayoKurir, Alternatif Belanja tanpa Biaya Mahal

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Semula, saya berniat sekali untuk bertanya, kenapa tidak pakai aplikasi Android saja? Eh, langsung dijawab oleh Bambang Wahyudi, owner PayoKurir di kedai Kopi Aceh Piyoh Haii di Ruko Komplek Stasiun Payakumbuh, Selasa (16/1/2017) sore menjelang senja.

Bambang Wahyudi akrab dipanggil Bono. Mengaku jasa pengantaran barang yang dilakoninya ini baru dimulai sejak Agustus 2016 lalu. Jangan tanya, pelanggannya membludak. Ia belum bermain di aplikasi Android. Tapi, baru di Instagram. @payokurir sudah sangat padat jadwal antaran pesanan.

“Hari ini, baru dua armada. Armada ini ditangani driver terpercaya, jujur, dan telaten. Kepercayaan pelanggan, khususnya di seputar Payakumbuh, kami sangat jaga,” tutur Bono.

Bono, pria muda yang ulet ini, mertuanya orang Aceh asli. Dulu, pernah merintis karir di dunia broadcasting. Pernah jadi presenter televisi lokal di Padang. Berbekal pengalaman ini, ia lancar berkomunikasi.

Lancarnya berkomunikasi, dibekali ilmu dan pemahaman Islam yang kuat, ditambah bekal keilmuannya di kampus Ilmu Komputer, menjadikannya komunikasi menjadi pelancar bisnisnya ini.

“Bisnis? Bukan Bang. Ini silaturrahim. Bisa dibuktikan. Kita tidak cari laba, kita cari manfaat. Banyak pelanggan dan konsumen, serta penyedia dagangan merasa teruntungkan,” ujar Bono.

Kru PayoKurir dijaga agar terus jujur dan santun. Tidak ada konsep biaya mahal dalam menyediakan pelayanan bagi pelanggan. Hanya ada beberapa konsekuensi.

Konsekuensi itu, Bono memberikan batasan belanja barang, makanan, bahan, dan apapun yang dijual dan halal tentunya, tidak berisiko, dengan batasan harga Rp150 ribu. Lewat dari kelipatan Rp100 ribu, dikenakan tambahan biaya Rp3ribu ditambahkan ke ongkos pengantaran.

Sate, Mie, Kopi

Nyaris seluruh yang dinginkan konsumen disediakan oleh PayoKurir. Maksudnya, PayoKurir telah mendata hampir seluruh tempat penjualan barang, makanan, serta kebutuhan. Sampai popok dan susu bayi. Nah, ketika ada konsumen yang mengontak ke hape atau WA, PayoKurir segera mendistribusikannya ke driver armada.

Sesuai tempat dan barang yang diinginkan, lalu diantar ke lokasi di kawasan Kota Payakumbuh. Kenapa hanya di lokasi Kota Payakumbuh, Bono menjawab untuk menjaga kualitas antaran dan waktu yang akan lama jika di luar kota dan harga jadi mahal.

Berkat instagram, PayoKurir mempromosikan seluruh jualan pedagang di Payakumbuh. Informasi tentang PayoKurir pun cepat tersebar. Meski masih baru, Bono belum berniat menjadikannya aplikasi Android.

“Masih sistem kekeluargaan. Namun, kalau ada investor, kita rembukkan,” ujarnya.

Informasi awal, pembuatan aplikasi layaknya GoJeck ini cukup rumit. Butuh biaya awal Rp14 juta.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*