PDAM “Terbelenggu” 4 Persoalan Utama Layanan Diakui tidak Maksimal

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Meski menyandang perusahaan pengelola air minum terbaik di Indonesia, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padangpanjang dinilai belum mampu mewujudkan layanan maksimal terhadap ribuan pelanggan di kota berjuluk Serambi Mekkah itu. Terutama dalam pendistribusian dan kualitas air bersih.

Advertisements

Menyikapi ungkapan banyak pihak tersebut, Direktur PDAM Padangpanjang, Desyusbar mengakui sampai saat ini perusahaan daerah yang dipimpinnya belum mampu mewujudkan layanan maksimal sebagai mana mestinya. Namun hal itu disebutkannya, akibat sejumlah faktor utama yang saat ini sangat “membelenggu” perkembangan perusahaan.

Desyusbar menyampaikan, setidaknya terdapat empat permasalahan utama yang menghalangi pertumbuhan perusahaan ke arah lebih baik. Yakni kondisi topografi daerah, lokasi sumber air, kualitas sarana dan prasarana, serta pemberlakuan besaran tarif yang masih jauh dari tatanan proporsional.

“Kami tidak memungkiri jika saat ini layanan terhadap pelanggan masih jauh dari harapan banyak pihak. Namun perlu diketahui, PDAM akan mampu mewujudkan dengan proporsional jika empat hal di atas dapat diatasi. Implementasinya adalah sangat berkaitan dengan penyesuaian tarif yang proporsional,” ungkap Desyusbar di ruangan kerjanya, Senin (15/9) kemarin siang.

Berkaitan dengan kondisi topografi Kota Padangpanjang yang bergelombang, dikatakan sangat mempengaruhi tingkat pendistribusian air terhadap pelanggan. Hal ini juga memiliki keterkaitan dengan posisi titik sumber air yang berada dikerendahan dari sebagian target pendistribusian. Kumudian ketidakstabilan kuantitas layanan, juga dipengaruhi kualitas sarana dan prasarana atau jaringan yang perlud dilakukan revitalisasi.

“Kemudian permasalahan yang paling krusial, adalah pemberlakukan nominal tarif pada PDAM Padangpanjang saat ini merupakan terendah di Sumbar. Yakni Rp800 perkubik, masih di bawah Pariaman dan Limapuluhkota yang tergolong dalam kategori PDAM sakit. Kami masih bersyukur, dengan pemberlakuan tarif semurah itu, PDAM Padangpanjang masih masuk sebagai PDAM sehat,” ujarnya.

Desyusbar menyebutkan, pemberlakuan tarif yang proporsional sebagai mana diterapkan PDAM pada umumnya, yakni mengacu pada harga pokok produksi ditambah 15 persen yang akan berfungsi untuk pengembangan kebutuhan persuhaan mendatang. “Jika dengan harga pokok sekarang ini yang mencapai sekitar Rp1.300, maka tarif ideal untuk Padangpanjang sekitar Rp1.500 perkubik,” pungkas Desyusbar. (dil/wrd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*