PDAM yang Dikeluhkan

Oleh: Riza Falepi, Walikota Payakumbuh

Laju Pertumbuhan Penduduk Cukup Tinggi, Walikota Minta PDAM Penuhi Akses Air Bersih Buat Warga

Laju Pertumbuhan Penduduk Cukup Tinggi, Walikota Minta PDAM Penuhi Akses Air Bersih Buat Warga

Sudah sejak awal tahun ini kami sampaikan kepada warga Payakumbuh bahwa kondisi sumber air PDAM sangat kurang dibandingkan kebutuhan yang ada. Wajar mengapa ini terjadi karena design awal PDAM sebenarnya hanya cukup untuk sekitar 10 ribu sambungan, sementara hari ini pelanggan kita sudah mendekati 32 ribu sambungan. Dengan kondisi ini tentu ketika jam-jam tertentu terjadi kekurangan pasokan air yg sangat berat, terutama di waktu jam sibuk.

Kalau diurut ke belakang, sejak awal kami jadi Walikota di akhir 2012, kami sudah mengidentifikasi bahwa ini akan menjadi masalah. Masalahnya adalah, pertama jumlah pasokan dan keberlanjutan pasokan karena sumber berada di wilayah kabupaten. Namun walikota sebelumnya tidak mengantisipasi persoalan ini dan bahkan Dirut PDAM sebelumnya merasa ini tidak akan jadi masalah.

Saya sampaikan pada Direktur PDAM sebelumnya bahwa kita ada masalah dengan sumber pasokan air karena sebentar lagi jumlah pasokan jelas tidak akan cukup lagi dibanding laju pertambahan jumlah pelanggan. Ini sudah bisa dipastikan kita akan kekurangan sumber air baku. Ditambah juga dengan kondisi salah satu sumber yaitu batang tabik yang secara internal nagari dari sumber terdapat pertikaian yang kadang kadang berimbas kepada pasokan air yg sewaktu waktu berakibat terhentinya pasokan.

Padahal itu hanya ulah mereka yang cekcok tapi Payakumbuh yang menanggung akibatnya. Dan kalau ini terjadi, sering kita disalahkan pelanggan bahwa terlalu murah membeli air atau pegawai tidak profesional. Padahal kami sudah menaikkan harga pembelian 50 persen dari sebelumnya.

Soal pegawai tidak profesional ketika ada yang masuk PDAM memang tidak dipungkiri ada beberapa yang masuk karena saudaranya, misalnya Saudara Sekda, Saudara Dirut, karena saudara ini dan itu, tapi kami sendiri sebagai walikota belum ada tuch saudara kami yang masuk begitu. Ini adalah masalah warisan masa lalu.

Jadi jelas ini merupakan masalah bisnis yang tidak selesai. Masalahnya adalah tidak adanya jaminan pasokan yang berkelanjutan dan kekurangan debit pasokan dari sumber. Kita hanya memiliki dua sumber dan kedua duanya dari kabupaten. Ini juga rawan akan gangguan sewaktu waktu.

Kami menyadari hal itu dan cepat mengambil tindakan. Kami langsung menghadap Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR dan menceritakan masalah ini. Maka dimulailah pembangunan berbagai sumber di Payakumbuh, dimana pasokannya dicarikan dari berbagai sumber air dan diusahakan sumbernya berada dalam wilayah administrasi kita Payakumbuh sehingga diharapkan lebih terkontrol dan terjamin pasokannya.

Melihat kenyataan ini akhirnya kami mengambil inisiatif setelah sebelumnya mengganti Dirut. Pergantian Dirut diperlukan untuk penyegaran dan sekaligus membuat rencana baru yang lebih bisa mengantisipasi masalah kekurangan pasokan. Kemudian juga dari pertimbangan hasil audit BPK, maka disarankanlah mencari tambahan pasokan sumber air dengan catatan sumber air bakunya harus di dalam kota.

Akhirnya kita merencanakan membangun 3 buah sumber baru di dalam kota. Dengan 3 buah sumber baru ini kita bisa tidak mengurangi ketergantungan pada sumber yang di kabupaten 50 kota saat ini (batang tabik dan sungai dareh) dan kita perkirakan 30 tahun ke depan kita tidak akan kekurangan air.

Proses pengerjaan ini sudah dimulai sejak 2015 dengan membangun embung bulakan, kemudian WTP Tanjuang Pauah dan insyaAllah mulai akhir tahun 2018 ini sudah bisa kita fungsikan. Artinya insyaAlah mulai akhir tahun ini kita tidak akan kekurangan air PDAM lagi.

Namun kepada warga untuk sementara waktu kami mohonkan bersabar karena membangun tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Bahasa-bahasa yang sifatnya memaki maupun mengecilkan arti usaha seperti ini tentu tidak akan mengubah keadaan. Justru dengan bekerjanya kita untuk membangun kemandirian sumber air minum saat inilah nantinya yang bisa menyelesaikan kekurangan pasokan air kita dan pada gilirannya nanti semua kebutuhan bisa kita penuhi.

Sekali lagi saya atas nama Walikota Payakumbuh mohon maaf atas kekurangan air saat ini.(***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*