PDIP Jangan Melangkah Terlalu Lebar Pilihan PKS Terbuka, Hanura Tidak Tutup Pintu

PAYAKUMBUH, PADANGTODAY.com– Langkah PDI Perjuangan yang hendak merapat ke Partai Keadilan Sejahtera terlalu cepat. Ibarat langkah, terlalu lebar dan meninggalkan langkah kecil yang solutif.

Advertisements

Wartawan senior Doddy Sastra menilai polemik yang kini dihadapi oleh PDI Perjuangan dengan dua anggota DPRD; Aribus Madrid dan Yanuar Gazali sebenarnya bukan persoalan yang terlalu rumit. Sebab, alasan koalisi Fraksi Gonjong Limo (FGL) yang bersepakat membentuk satu fraksi, masih belum legal.

”Toh, tadi kita tahu bahwa undangan rapat pertama pembentukan fraksi di DPRD baru diagendakan Senin (8/9) mendatang. DPRD mengagendakan tentang rapat pertama seluruh anggota DPRD membahas tentang pembentukan fraksi, alat kelengkapan dewan, dan penyusunan tatib DPRD,” ungkap Doddy Sastra.

Seperti diketahui bersama, bahwa tiga partai; Hanura, PBB dan NasDem bersetakat di atas materai membuat kesepatakan untuk bergabung di bawah payung Fraksi Gonjong Limo. Namun, kesepakatan itu lahir sebelum para anggota DPRD ini diambil sumpah. Kesepakatan yang dituangkan dalam poin a hingga poin p itu pun tidak mencantumkan sanksi apapun bagi partai yang kemudian memilih untuk keluar atau bergabung dengan PDI P.

Maka, secara prediktif, sebab arena politik kian memanas, Partai Hanura memiliki peluang untuk memilih bergabung dengan PDI Perjuangan. Sebab, selain sama-sama koalisi Capres Jokowi-JK, juga kedua partai ini bisa menyelamatkan fraksi gabungan lainnya.

Jika Hanura-PDI P bergabung, maka pas tiga kursi; Basril Latief (Hanura), Aribus Madri, Yanuar Gazali (PDI P). PBB dan NasDem; Syafrizal, Alex Wijaya (PBB) dan Ahmad Ridha, Ismet Harius (NasDem) telah pun punya empat kursi. Sedangkan pembentukan fraksi sesuai UU nomor 17 Tahun 2014 pasal 374 ayat 7 dikatakan maksimal dua fraksi gabungan.

”Rugi dong, jika tidak dimaksimalkan,” kata Rino Chandra wartawan Harian Detil ikut berdiskusi.

Sekretaris Partai Hanura Taufik BAc yang juga wartawan Mingguan Sumbar Post, ternyata tidak menampik segala kemungkinan. Namanya saja politik, tentu harus ada perhitungan dan pertimbangan.

”Kita tetap komitmen dengan Kesepakatan Bersama. Hanya, tentu perkembangan politik dan pertimbangan aturan perundang-undangan tetap kita nomor satukan,” ujar Taufik berdiplomasi.

Diskusi para wartawan menyoal PDI Perjuangan di DPRD Payakumbuh ini cukup hangat. PKS sendiri pun masih membuka celah bagi PDI P. Apa yang akan terjadi, Senin depan kita tunggu!(malin​)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*