Pecahkan Kaca Mobil, Uang Rp 100 Juta Amblas Dibawa Maling

pecahkan-kaca-mobilBali, PADANGTODAY.com – Seorang anggota Dewan Tingkat I Provinsi Bali tertimpa sial Selasa (16/9). Anggota dewan ini harus merelakan uang Rp 100 juta yang berada di dalam mobilnya, lantaran mobil miliknya dipecah kacanya oleh garong dan seluruh isi mobil amblas dibawa maling tersebut.

Dengan wajah tertunduk lesu, pendatang baru DPRD Bali bernama Wayan Kariarta, ini hanya bisa terdiam. Uang itu rencananya akan digunakan untuk biaya operasi anaknya di Rumah Sakit Bali Royal Hospital (BROS), Renon Denpasar. Pengakuannya, uang tersebut baru saja di tarik di Bank BCA Gatsu untuk membayar biaya administrasi rumah sakit.

Kronologi berawal saat korban tiba di rumah sakit. Korban memarkir mobil mewah miliknya dengan nomor polisi DK 99 FC di areal depan rumah sakit yang tidak ada penjaganya. Dia pun turun dan langsung masuk ke dalam rumah sakit untuk bertemu anak kesayangannya yang masih di rawat inap di rumah sakit tersebut.

Hanya berselang 20 menit dirinya menuju ruang kamar tempat anaknya rawat inap, sekembalinya anggota dewan tersebut mendapati kaca mobil bagian kiri depan sudah hancur. “Perhatian saya saat itu langsung buru-buru lihat tas isi uang. Saya taruh di jok bawah kursi depan. Sudah amblas,” Kenang Kariarta, Selasa (16/9).

Dia mengaku bahwa uang dalam tas total seluruhnya Rp 100 juta. Katanya, usai menghadiri rapat di DPRD Bali, langsung ke BCA Gatsu. “Pelaku pasti sudah incar saya sejak masuk BCA. Saya tidak sadar dirinya saya dibuntuti sejak awal,” paparnya.

Pada awalnya, kata politisi dari PDIP Bali ini berencana mengambil uang Rp 300 juta di Bank BCA. “Tadi rencananya mau ambil Rp 300 juta untuk biaya operasi anak dan keperluan lainnya,” katanya.

Anehnya, lokasi tempat mobil anggota dewan ini parkir tidak jauh jaraknya dengan pos kemanan rumah sakit. Bahkan persis berada di depan pos yang hanya berjarak tidak lebih dari 15 meter. Bahkan lokasi tempatnya parkir adalah kawasan yang sangat ramai orang lalu-lalang. “Ini pasti sudah diatur dengan rapi,” sentil Kariarta Curiga.

Kepala Unit Akses Control RS BROS, Wayan Wirawan mengatakan, aksi maling dengan modus pecah kaca mobil tersebut di luar tanggung jawab pihak RS, karena kejadian itu di luar wilayah pantauan mereka. Menurut dia, walaupun kejadian itu berjarak dekat dari pos pengamanan, namun mereka tidak bertugas untuk memantau keamanan kendaraan yang di parkir di jalan utama di depan RS. “CCTV kami tidak memantau di luar. Tadi sudah cek CCTV, tapi tidak ada (tidak terekam CCTV). Parkir di luar itu tanggung jawab petugas parkir dari PD Parkir Denpasar,” pungkas Wirawan.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*