Pedagang Korban Kebakaran Sudah Bisa Berjualan Lagi

_MG_1362 copyPadangpanjang, Padangtoday—Pembangunan kembali Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pedagang Pasar Pusat Padang Panjang, yang terbakar beberapa waktu lampau, hari ini insya Allah  rampung.

“Sesuai rencana, besok, Senen (1/2) aktifitas 18 petak kios yang ditempati pedagang korban kebakaran, itu kembali berjualan seperti semula,” kata Walikota Padang Panjang Hendri Arnis didampingi Kepala Kantor Pasar, Renofen baru-baru ini.

Hal senada juga diungkapkan, Mak Japang, salah seorang pedagang korban kebakaran, yang dihubungi terpusah.

Menurut Mak Japang, sebahagian kios sudah ditempati pedagang. Sudah bisa berjualan. Sebahagian lainnya masih dikerjakan finisingnya hari ini. “Termasuk kios yang untuk saya. Hari ini masih saya dikerjan,” katanya.

Sebelumnya, pekan lampau, terjadi dialog antara pedagang korban kebakaran dengan Walikota Hendri Arnis di lokasi penampungan. Pada kesempatan itu Hendri Arnis  mendengar curahan perasaan dari pedagang yang mengalami musibah itu. Mereka mengungkapkan kepiluan hati atas derita cobaan yang menimpa.

“Bilo kami bisa manggaleh baliak ko Pak Wali,” kata Mak Japang seorang pedagang menanyakan kapan mereka bisa berjualan lagi.

Mak Japang bertanya, mewakili kawan kawannya dari 18 petak kios yang terbakar. “Kapan maunya?” tanya walikota.

“Secepatnya kami mau dagang Pak Wali. Sangat sulit kami sekarang Pak Wali. Anak anak kami masih sekolah, mereka butuh biaya. Pak Wali bantu sajalah mendirikan bangunan tempat penampungan untuk kami kembali. Nilainya sekitar Rp. 60 juta Pak Wali,” kata Mak Japang yang diamini sejumlah pedagang lainnya.

Menanggapi respon yang antusias akan segera didirikannya penampungan bagi pedagang korban kebakaran tersebut, Hendri Arnis menyampaikan kebijakan untuk membantu material kebutuhan bangunan. Sementara untuk pengerjaan, walikota termuda itu memancing semangat gotong royong untuk mengerjakan secara bersama.

“Bagaimana jika saya bantu bahan kayu dan seng saja. Nanti pedagang yang gotoroyong sama-sama untuk mengerjakannnya,” minta walikota.

Mendengar tawaran walikota, sejumlah pedagang menyampaikan apresiasi dan mengajukan kebutuhan anggaran untuk pembelian material bangunan penampungan dimaksud.  “Terimakasih Pak Wali. Kalau begitu bantu kami Rp.40 juta. Itu sudah di luar upah tukang,” jawab Mak Japang dengan haru bercampur gembira.

Setelah itu, para pedagang serempak mengucapkan terima kasih dan berebut menyalami walikota yang ramah dan termuda di Sumbar ini. Menurut Mak Japang, waktu itu, pihaknya akan merampungkan bangunan itu beberapa hari saja. Rencananya, 1 Februari 2016 mereka sudah berjualan kembali seperti dulu.

“Apa yang disampaikan Mak Japang, ternyata pas. Mereka bekerja penuh semangat. Sesuai target, besok Senen 1 Februari 2016, pedagang sudah bisa berjualan kembali,” ujar Renofen. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas