Pekan Imunisasi Dunia 2015 Tingkat Sumbar, Limapuluh Kota Gelar Pertemuan Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi

Bupati Alis Marajo dan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP & PL) Kemenkes RI  dr H M Subuh MPPM tukar cindera mata daam Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi

Bupati Alis Marajo dan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP & PL) Kemenkes RI dr H M Subuh MPPM tukar cindera mata daam Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi

Limapuluh Kota, PADANGTODAY.com-Imunisasi adalah investasi kesehatan masa depan. Sebab, pencegahan penyakit melalui imunisasi merupakan cara perlindungan terhadap infeksi yang paling efektif dan jauh lebih murah dibanding mengobati seseorang apabila telah jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP & PL) Kemenkes RI dr H M Subuh MPPM pada Pertemuan Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia tahun 2015 Tingkat Sumbar yang dipusatkan di Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (8/4) dilangsungkan di Aula Kantor Bupati Sarilamak.

“Masa depan bangsa Indonesia ditentukan anak-anak yang sehat. Anak-anak sehat akan menciptakan dunia yang sehat. Untuk itu, jagalah kesehatan anak-anak sejak dini dengan memberikan imunisasi,” papar Subuh.

Bupati Limapuluh Kota dr Alis Marajo membuka kegiatan ini dan menegaskan kepada Dinas Kesehatan, Ulama dan Niniak mamak, untuk saling memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi.

“Imunisasi telah diakui sebagai salah satu intervesi dinas kesehatan yang paling efektif dan hemat biaya (gratis). Kegiatan ini telah berhasil mencegah kematian sekitar 2 sampai 3 juta anak setiap tahun,” kata Alis Marajo dari podium.

Pada 2013 ada sekitar 22 juta bayi didunia yang belum mendapat kan imunisasi dasar lengkap dan dasar sebesar 9,5 juta diantaranya ada di wilayah Asia Tenggara termasuk di Indonesia.

”Informasi banyak yang salah diperoleh masyarakat dikarenakan ketidakjelasan sumber dan belum diuji secara akademik yaitu orang yang betul ahli di bidangnya masing-masing,” lanjut Alis Marajo.

Sementara itu, Kepala Dinas Propinsi Sumbar yang diwakili oleh Rioharson SKM mengatakan, dengan imunisasi, anak akan terhindar dari penyakit infeksi berbahaya, maka mereka memiliki kesempatan beraktifitas, bermain, belajar tanpa terganggu masalah kesehatan.

”Namun demikian, sampai saat ini masih terdapat masalah-masalah dalam pemberian imunisasi, antara lain pemahaman orang tua yang masih kurang pada sebagian masyarakat, mitos salah tentang imunisasi, sampai jadwal imunisasi yang terlambat,” papar Rioharson.

Keberhasilan pelaksanaan program imunisasi hanya dapat dicapai dengan dukungan pemerintah, masyarakat, tokoh ulama dan tokoh masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota dr Adel Nofiarman melaporkan, peserta Advokasi terdiri dari para Kepala Dinas Kesehatan se-Sumbar, tokoh masyarakat, tokoh agama dan niniak mamak.(Dodi Syahputra)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*