Pelabuhan Teluk Bayur Raih Penghargaan Prima Madya

    Padang-today.com – Pelabuhan Teluk Bayur Padang meraih Penghargaan Prima Madya,  Pelayanan Prima untuk Unit Pelayanan Publik Sektor Transportasi 2018 dari Kementerian Perhubungan dalam rangka Hari Perhubungan Nasional.

    Penghargaan Prima Madya Pelindo II Cabang Teluk Bayur , yaitu Terminal Petikemas Pelabuhan Teluk Bayur, dan Terminal Curah Cair Pelabuhan Teluk Bayur. Penghargaan tersebut diberikan Kementerian Perhubungan di Jakarta pada Senen (17/9).

    “Penghargaan ini merupakan bukti nyata IPC terus bergerak mewujudkan visi korporasi sebagai pengelola pelabuhan kelas dunia, yang unggul dalam opersional dan pelayanan,”kata General Manager Pelindo II Cabang Teluk Bayur Padang, Armen Amir di Padang.

     Pelindo II Cabang Teluk Bayur terus bersemangat menjadikan Pelabuhan Teluk Bayur semakin hebat, terbesar, dan terkemuka. “Ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk bangkit dan terus berbenah di Pelabuhan Teluk Bayur Padang,”jelas Armen Amir.

   Armen menambahkan, penghargaan Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik Sektor Transportasi ini didasarkan atas penilaian dalam kurun waktu cukup lama yang dilakukan KementerianPerhubungan.

   Penilaian melibatkan tim penilai independen dari YLKI, pengamat transportasi, perwakilan akademisi dan media massa, Ombudsman, staf Kepresidenan, serta perwakilan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara.

“Ada 9 instrumen yang menjadi penilaian oleh tim  dipelabuhan Teluk Bayur mulai visi misi dan motto pelayanan, standar pelayanan dan maklumat pelayanan, sistem mekanisme prosedur, sumberdaya manusia, sarana prasarana pelayanan, penanganan pengaduan, Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), sistem informasi pelayanan public, serta produktivitas dalam pencapaian target pelayanan,”imbuhnya.

    Ia menyatakan, dapat penghargaan ini menambah menambah motivasi untuk terus berbenah layanan hal ini sesuai dengan program ‘Teluk Bayur Bangkit’

    “Pembenahan Pelabuhan Teluk Bayur terhadap pelayanan menjadi penting agar mendapat kepercayaan dari masyarakat pengguna pelabuhan,”katanya.

    Ia menjelaskan, sekarang ini sudah jelas pemisahan antara aktivitas pelabuhan dan masyarakat. Bangunan-bangunan yang tidak jelas dibongkar agar dapat menambah kapasitas daya tampung.

   Kapaitas yang ada di perbaiki baik dermaga maupun lainnya di pelabuhan kemudian peralatan selama ini tidak terpakai di ganti dengan baru.

Nanti di Pelindo II Cabang Teluk Bayur akan dibuat informasi berbasis teknologi akan dilakukan, bisa di akses oleh masyarakat melalui Android.

“Sehingga masyarakat tidak perlu datang lagi ke pelabuhan, untuk mendapatkan informasi,” ungkapanya.

    Sementara lanjutnya untuk pelayanan di terminal curah cair, ditambah gudang dengan luas 6.000 meter persegi. Ini bisa dikatakan gudang paling mewah.

     “Pelayanan di peti kemas, sudah ada kepastian kapal-kapal untuk bersandar. Alat bongkar muat pun sudah canggih-canggih,”imbuh Armen.

   Armen menambahkan, Pelabuhan Teluk Bayur diharapkan akan menjadi pelabuhan paling besar di sisi Barat Sumatera. Harapan ini sangat memungkinkan melihat kapasitasnya dengan panjang 1,4 kilometer dan luas lahan 82,6 hektare.

   “Saat ini, dari data saja kunjungan kapal ke Teluk Bayur sebanyak 2.700 dengan 2 juta ton barang yang dilayani,”pungkasnya. (der)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas