Pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW Ajang Peningkatan Silaturahmi Sesama Masyarakat

BKMT-ok-(1)
PARIAMAN, PADANGTODAY.com-Awal tahun 2015 ini atau di bulan Februari 2015 ini hampir semua masjid dan musalla di Kota Pariaman melaksanakan peringatan maulud nabi besar Muhmmad SAW. Kondisi demikian dipergunakan masyarakat untuk meningkatan tali silaturahim sesama masyarakat, khusus di kampung halaman.

Advertisements

Contohnya, ratuasan masyarakat datang menghadiri acara maulud nabi yang dihadiri Walikota Pariaman H Mukhlis R dan Wakil Walikota Pariaman Genius Umar bersama rombongannya. Acara tersebut sangat meriah, karena mereka melaksanakan sekali setahun sekaligus untuk meningkatkan hubungan silaturahim.

Disinilah Badan Koordinasi Majelis Taqlim (BKMT) mempunyai peran yang sangat strategis untuk membentengi moral generasi muda, karena BKMT merupakan organisasi yang bergerak di bidang dakwah keagamaan ini.

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar menyatakan BMKT memiliki kekuatan yang besar dalam memberikan ilmu keagamaan dan pesan moral kepada generasi muda, sehingga dapat membentengi diri dari pengaruh-pengaruh negatif,” kata Wakil Walikota Pariaman Genius Umar saat tabliq akbar peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW oleh BKMT Kota Pariaman di Mesjid Nurul Bahari, Kelurahan Pasir, kemarin.

Katanya, mayoritas anggota BKMT didominasi kaum ibu yang merupakan faktor sentral dalam memberikan pendidikan kepada anak-anaknya, seorang ibu dengan pelukan dan rangkulanya kepada sang anak, mempunyai kekuatan yang dasyat dalam meredam tensi anaknya yang sedang dalam gundah atau galau.

Bahwa dalam rangka peringatan maulud Nabi Muhammad SAW, Wawako juga menyimpulkan bahwa diwajib meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW sebagai seorang pemimpin yang mempunyai 4 sifat utama, yaitu sidiq, amanah, tabliq dan fathonah.

Sementara Walikota Pariaman H Mukhlis R saat maulud nabi di Masjid Kampung Apa, Kecamatan Pariaman Selatan menyatakan sungguh merupakan rahmat dan kebahagiaan tersendiri bagi semua masyarakat di lokasi maulud ini, meski di tengah banyak persoalan yang tiada henti.

Semangat dan dinamika masyarakat jelasnya, dalam menyelenggarakan pembangunan dalam berbagai bidang kehidupan, serasa bagaikan arus hangat dalam darah ini. Di dalamnya merasakan adanya semacam kesejajaran dengan hikmah dalam semangat Maulid Nabi besar Muhammad SAW.

“Keduanya bergerak dengan harapan baru yang lebih baik. Kita hanya perlu lebih mencontoh, agar hakikat memperingati hari kelahiran Nabi ini sebagai tekad dan gerakan besar yang dilakukan, selalu mewarnai dinamika pembangunan yang kita lakukan sekarang,” ujarnya.

Katanya, bilamana disimak sejarah yang telah dilalui, kejadian demi kejadian, yang kecil ataupun yang besar, ujung-ujungnya selalu bermuara pada satu hal, yaitu jati diri sebagai manusia.

Kesadaran bahwa akhirnya hanya dengan jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan saja keberadaan sebagai satu masyarakat dapat diwujudkan.

Dalam hal ini jelasnya, rasanya pantas direnungkan ajaran Nabi Muhammad SAW yang selalu mengingatkan pentingnya akhlak mulia yang melandasi kebersamaan dan persatuan yang direkat dengan semangat ukhuwah Islamiyah.

“Setinggi apapun cita pembaharuan kehidupan yang ingin diwujudkan, seindah apapun kata-kata yang digunakan untuk menyatakan keinginan tadi, faktor akhlak tidak akan dapat ditinggalkan. Begitu pula tentang kepedulian terhadap solidaritas sosial atau semangat ukhuwah,” ujarnya.

Ketika Nabi Muhammad, SAW bersabda bahwa aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia, sekarang direnungkan betapa beratnya relevansi misi tersebut dengan keberadaan dan kondisi yang dihadapi saat ini.

“Kita sadar, bahwa betapa kadar kualitas akhlak suatu bangsa akan menjadi takaran kehidupan dan bahkan keberadaan bangsa itu sendiri,” ujarnya.

Dikatakan, masyarakat disini adalah bagian dari umat Islam di negeri ini yang selalu menjunjung tinggi peristiwa peringatan maulid Nabi besar Muhammad SAW. Meskipun peringatan maulid nabi jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal 1436 H yang lalu, namun semangat Maulid Nabi tidak pernah pudar dalam diri kita masing-masing.

“Masyarakat Desa Kampuang Apa merupakan masyarakat yang selama ini secara konsisten menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya peningkatan syiar Islam melalui peringatan hari besar Islam,” tandasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*