Pelaksanaan Muscab Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Hak Azazi Pasien Harus Dijunjung Tinggi

Pelaksanaan Muscab Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Pelaksanaan Muscab Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

PARIAMAN, PADANGTODAY.com-Memang diakui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi setiap saat terus terjadi. Perlu dilakukan inovasi dan pembelajaran setiap saat untuk kemajuan masyarakat di negara ini. Begitu juga untuk persiapan generasi muda berkualitas yang bedaya saing. Dengan demikian kemajuan akan tercapai sebagaimana yang diharapkan.

Begitu juga di Kota Pariaman. Kenapa tidak, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan pada saat ini semakin meningkatnya kebutuhan dan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, maka Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Pariaman, sekarang, melaksanakan musyawarah cabang tingkat Kota Pariaman.

Acara tersebut dibuka Walikota Pariaman H Mukhlis R, kemarin. Hadir saat mucab IBI ke III itu adalah anggota DPRD Kota Pariaman, Dandim 0308 Pariaman, Ketua Persik Candra Kirana, Pengurus Daerah IBI Kota Provinsi Sumatra Barat, Ketua GOW Kota Pariaman, Sekretaris Dinas Kesehatan dan 168 bidan se Kota Pariaman.

Walikota Pariaman Mukhlis R mengatakan rasa tanggung jawab dan penghormatan terhadap hak -hak asasi pasien harus dijunjung tinggi oleh para bidan untuk menghujudkan cita- cita luhur profesi bidan. Sehingga pengabdian profesi seorang bidan tersebut tetap berjalan sesuai dengan cita –cita luhur profesi kebidanan.

“Pengalaman dan penghayatan ilmu itu akan bertambah penting, karena keberadaan profesi kebidanan tidak bisa di lepaskan dari dinamika kehidupan masyarakat. Namun, Kota Pariaman sudah lama telah menempatkan program peningkatan derajat kesehatan masyarakat sebagai salah satu angenda prioritas pembangunan daerah,” ujarnya.

Katanya, persoalan itu dapat dilihat dari pembangunan berbagai sarana dan prasarana infrastuktur kesehatan seperti puskesmas, pustu serta berbagai prestasi nasional di bidang kesehatan dan KB. “Program tersebut sampai sekarang tetap kita laksanakan untuk kemajuan Kota Pariaman yang lebih baik bersama masyarakat,” ungkapnya.

Walaupun demikian katanya telah banyak kemajuan, namun ke depan harus terus tingkatkan kembali pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, jangan sampai di telantarkan dan lambat menanggulanginya.

“Kita meminta soerang bidan untuk mencintailah pekerjaannya. Dengan mencintai pekerjaan seorang bidan dimana saja di tempatkan akan tetap dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat di Kota Pariaman,” ujarnya.

Meski begitu katanya, dirinya berterima kasih kepada bidan yang sudah dapat bekerja dengan baik dan tulus hati dalam melayani masyarakat. Sehingga program-program Pemko Pariaman dalam bidang kesehatan di tengah-tengah masyarakat berjalan dengan baik.

Mukhlis R menjelaskan lebih jauhnya, perlu dilaksanakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima serta terjangkau oleh seluruh masyarakat.

Upaya tersebut lanjutnya, dititik beratkan pada pelayanan untuk masyarakat luas guna mencapai derajat kesehatan yang optimal, tanpa harus mengabaikan suatu pelayanan yang bermutu pada perorangan.

Meski katanya, telah cukup banyak kemajuan kesehatan yang telah dicapai, namun beberapa masalah lain masih harus menjadi perhatian bersama. Mulai dari status kesehatan masyarakat masih perlu dibenahi, terutama asupan gizi pada ibu, bayi dan balita.

Selanjutnya, angka kesakitan dengan penyakit-penyakit infeksi sebagai penyakit utama yang diderita masyarakat perdesaan. Sebab, munculnya penyakit-penyakit baru sebagai persoalan kesehatan yang harus segera ditangani, seperti kasus demam berdarah, stroke, chikungunya, flu burung dan terakhir flu babi.

“Berdasarkan permasalahan yang telah kami kemukakan tadi, kepada kita bersama dituntut untuk dapat melakukan kegiatan yang mengarah pada pencapaian tujuan, seperti meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pembangunan kesehatan secara mandiri terutama peningkatan fungsi dan peran posyandu di desa dan kelurahan serta jenis lainnya,” tandasnya.

Sementara Ketua IBI Sumbar Syahninar mengatakan peran dan fungsi seorang bidan adalah bagian dari pelayanan kesehatan kepada ibu dan anak dan harus menjadi prioritas utama, karena angka kematian ibu dan anak merupakan indikator sensitif dalam menilai derajat kesehatan suatu negara.

Kemudian Ketua Panitia Pelaksana Mucab IBI Kota Pariaman Eva Yulia Delwita menyatakan, dalam muscab ini juga dilaksanakan seminar untuk meningkatkan pengetahuan anggota IBI cabang Kota Pariaman. Sehingga smeua Sumber Daya Manusia (SDM) bidan di Kota Pariaman terus meningkat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kali ini kita mengudang nara sumber seorang dokter spesialis anak dr Didik dan Wetri Murdison. Setelah itu kita lanjutkan pelantikan ketua IBI cabang Kota Pariaman Priode 2013-2018,” tambahnya mengakhiri. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas