Pelaku Pembalakan Liar Di Agam Masih Terus Diburu

Hasil pembalakan liar yang diaman kan petugas.

Hasil pembalakan liar yang diaman kan petugas.

Advertisements

AGAM, PADANGTODAY.com-Pembalakan liar di Kabupaten Agam saat ini kerap terjadi. Hal itu di buktikan dengan seringnya pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan Agam mengamankan kayu temuan yang di tinggalkan pemiliknya di kawasan hutan. Kayu temuan tersebut merupakan hasil dari aktifitas ilegal logging yang dilakukan di kawasan hutan lindung dan Cagar Alam yang ada di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Agam.

Dari data yang di peroleh dari Dinas kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Agam, dalam bulan Februari ini sudah dua kasus yang ditangani oleh Dishutbun serta mengamankan sebanyak 14 meter kubik kayu yang di duga hasil pembakan liar dari hutan lindung. Namun temuan kayu tersebut masih belum menyeret dalang dan pelaku dari ilegal logging itu ke ranah hukum.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Agam, Yulnasri, mengakui bahwa saat ini pihaknya memang kesulitan untuk menangkap para pelaku pembalakan liar yang kerap beroperasi di hutan Agam. Menurutnya, para pelaku terlebih dahulu mencium gelagat dan tindakan yang akan dilakukan oleh petugas, sehingga pada beberapa kasus ilegal logging, pihak Dishutbun hanya mampu menangkap kayu siap jual yang akan di keluarkan dari hutan Agam.

“Selama ini kita memang baru berhasil mengamankan barang bukti berupa kayu hasil ilegal logging, namun kita tetap memburu cukong dan pelaku dari pembalakan liar tersebut. Dari kasus yang terjadi beberapa waktu lalu, kita telah mengantongi nama pelaku yang saat ini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) petugas, yaitu Mardison warga Sungai Batang Jorong Kampung Dadok, Kecamatan Tanjung Raya yang saat ini masih di lacak keberadaannya,” ujar Yulnasri.

Ditambahkan Yulnasri, pihaknya bersama aparat kepolisian sudah melakukan pencarian, tapi masih belum meunjukkan hasil. Kami pun juga telah menyebar foto Mardison dan telah menjadi DPO.

“Kita tidak main-main dalam memburu pelaku penjarahan hutan. Kita sudah membentuk 32 tim yang juga melibatkan masyarakat, siapa yang berhasil memberi informasi terkait pembalakan liar, maka akan kita berikan reward” tutup Yulnasri.(martunis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*