Pelatihan Pengolahan Pangan dan Sanitasi

 

Advertisements
Foto bersama pihak donatur program Auto 2000, tim Dompet Dhuafa Singgalang dengan para penerima manfaat Program Pemberdayaan Pedagang Sate Keliling usai pelatihan.

Foto bersama pihak donatur program Auto 2000, tim Dompet Dhuafa Singgalang dengan para penerima manfaat Program Pemberdayaan Pedagang Sate Keliling usai pelatihan.

PADANG, PADANGTODAY.com-Pembinaan perdana untuk penerima manfaat Program Pemberdayaan Ekonomi Pedagang Sate Keliling digelar, Jumat (19/9). Para pedagang sate keliling diberikan pengetahuan tentang pengolahan pangan dan sanitasi.

“Kalau kami biasanya kan dagang cuma belajar dari pengalaman saja, alhamdulillah sekarang kami dapat ilmu-ilmu yang selama ini tidak kami dapat di lapangan,” kata Zainuddin sambil tersenyum.

Betapa tidak, pengetahuan tentang pangan dan sanitasi yang saat itu mereka dapatkan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan diakui sangat menambah pengatahuan mereka. Pengetahuan yang harus mereka praktekkan demi kualitas dagangan yang baik.

Imelda Malukutano dari Dinas Kesehatan menyampaikan tentang kiat memilih pangan yang berkualitas. Dia menjelaskan secara rinci tentang pangan yang baik untuk dikonsumsi dan tidak. Cara mengenali pangan yang baik pun diajarkan pada para pedagang sate. “Karena bahan pangan yang Bapak dan Ibu gunakan itu berupa daging maka banyak hal yang harus diperhatikan, Bapak Ibu harus mengenali bagaimana ciri daging yang baik untuk digunakan sebagai pangan,” terangnya.

Dilanjutkannya, para pedagang harus cermat dalam mengenali makanan berformalin, mengandung boraks dan pewarna tekstil. Karena jika diabaikan maka ini dapat berkiabat fatal pada roang-orang yang memakannya.

“Penggunaan kemasan plastik juga harus dihindari karena sama sekali tidak boleh memasukkan makanan panas dan berminyak ke plastik karena plastim tersebut dapat bereaksi, zat berbahaya pada plastik akan bercampur dengan makanan,” paparnya.

Selain itu, Imelda juga menjelaskan mulai dari cara berbelanja pangan yang aman dan efektif, cara menyimpan pangan yang baik, cara memasak sampai cara menyajikan. Hal tersebut semua dilakukan dengan sangat mempertimbangkan kualitas dari pangan dan usaha sanitasi.

Sementara itu, Asrianto, juga memaparkan tentang kunci keamanan pangan untuk pengolah dan penjual pangan siap saji. Pemateri dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Padang itu fokus menjelaskan tentang keamanan pangan bagi para penjual sate. “Jangan sampai makanan yang kita jual justru menjadi malapetaka bagi pelanggan,” ujarnya.

Manager Pemberdayaan Dompet Dhuafa Singgalang, Riko Onki Putra, mengatakan sepanjang tahun para pedagang sate keliling tersebut akan diberikan pembinaan rutin. Pemantauan perkembangan usaha dan juga monitoring evaluasi akan dilakukan berkala. “Selain mendorong peningkatan ekonomi para pedagang, Program Pemberdayaan Ekonomi Pedagang Sate Keliling ini juga bertujuan menciptakan jajanan sehat bagi masyarakat,” tutupnya. (dil/winda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*