Pelindo Antisipasi Aksi Diam Lima Asosiasi

    Padang-today.com –  Pelindo II Teluk Bayur Padang mengantisipasi agar aktivitas Pelabuhan Teluk Bayur tidak terganggu terkait rencana aksi diam dilakukan Lima Asosiasi di pelabuhan tersebut.

“Pihaknya sudah mendapatkan kabar ada rencana aksi diam pada Senen (8/9),makanya cepat melakukan langkah antisipasi agar aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Teluk Bayur tidak terganggu,”kata GM Pelindo II Cabang Teluk Bayur Padang,Armen Amir ketika dihubungi.

    Atas rencana aksi yang akan dilakukan tersebut, Armen Amir GM Pelindo II Cabang Teluk Bayur menanggapinya dengan menyatakan bahwa adalah hak setiap warganegara untuk melakukan aksi dalam menyampaikan aspiranya.

     “Aksi ini ditenggarai sebagai protes terhadap kebijakan yang dilakukan oleh Pelindo II Teluk Bayur yang dipandang merugikan kepentingan Perusahaan Bongkar Muat, Perusahaan Pelayaran dan Pengurus Koperbam Teluk Bayur, sehingga mereka menuntut pencabutan PM 152 tahun 2016, pembatalan pengenaan supervisi fee kepada PBM mitra yang menangani barang-barang semen padang melalui conveyor, keberatan atas penggunaan JIB Crane milik Pelindo II dan peninjauan pengenaan tarif progresif terhada kapal,”jelasnya.

    Ia menambahkan, jika tidak cepat diantisipasi akan banyak dampak, pihak tidak menginginkan banyak kerugian pemilik barang jika tidak dilakukan bongkar muat terlebih lagi juga berdampak terhadap perekonomian Sumbar.

   “Aksi akan dapat mengganggu kelancaran layanan umum terhadap pengguna jasa kepelabuhanan, yang pada akhirnya akan dapat menimbulkan kerugiaan keuangan yang tidak sedikit bukan saja terhadap Pelindo II tetapi juga bagi pemilik barang, perusahaan pelayaran maupun para tenaga kerja bongkar muat itu sendiri,”tegasnya.

     Terhadap tuntutan terkait dengan pencabutan PM nomor 152 tahun 2017 itu adalah kewenangan regulator yakni Kementerian Perhubungan, sedangkan tuduhan terhadap tidak diberikannya kesempatan PBM mitra untuk melakukan kegiatan di Pelabuhan Teluk Bayur adalah tidak benar, dari data-data yang ada terlihat sangat jelas bahwa PBM mitra di teluk bayur dapat kesempatan untuk bekerja sebagaimana mestinya dalam jumlah yang relatif cukup besar,

     “Bilamana saat ini apabila pangsa pasar kegiatan bongkar muat banyak yang berpindah ke Pelindo II Teluk Bayur itu adalah sesuai dengan hukum pasar dimana pemilik barang ataupun perusahaan pelayaran telah menentukan pilihannya untuk dilayani oleh Pelindo II Teluk Bayur dan ini tidak ada satu pun pihak lain boleh untuk melarangnya karena di saat yang sama bila PBM mitra juga mendapatkan penunjukan dari pemilik barang dan perusahaan pelayaran untuk melayani barang2 mereka itu pun haknya PBM mitra dimaksud,”imbuh Armen Amir.

    Ia menyatakan, mekanisme pasar yang terjadi ini seharusnya semua pihak dapat memahami dan menghargainya, Pelindo II selaku BUMN yang khusus didirikan untuk mengusahakan kegiatan jasa kepelabuhanan dilindungi oleh Peraturan Perundang-undangan untuk melakukan kegiatan usaha nya di pelabuhan yang diusahakannya.

     Kemudian tuduhan bahwa pelindo II Teluk Bayur tidak menyelesaikan permintaan dari perusahaan pelayaran untuk menyelesaikan permintaan mereka terkait dengan pengenaan tarif progresif atas layanan kapal di pelabuhanan.

Juga tidak benar termasuk juga pengenaan biaya jasa kepelabuhanan yang seharusnya dikenakan ke pemilik barang tapi dibebankan lepada perusahaan pelayaran juga sudah dibahas bersama dengan dengan pemilik barang dan perusahaan pelayaran, pembebanan biaya tersebut sesungguhnya adalah beban pemilik barang yang dalam pelaksanaan nya dibayarkan terlebih dahulu oleh perusahaan pelayaran, nanti pemilik barang yang akan membayarkan nya kembali ke perusahaan pelayaran.

“Mekanisme seperti ini sudah berjalan dan pihak-pihak terkait sampai saat ini dapat menerimanya,”katanya.

     Selanjutnya pengenaan biaya penggunaan alat bongkar muat utama seperti JIB CRANE dan lain sebagainya, hal itu sudah sesuai dengan ketentuan yang  berlaku dalam tarif jasa kepelabuhanan terkait dengan penggunaan alat bongkar muat

Alat bongkar muat yang disediakan Pelindo II teluk bayur adalah untuk memastikan dan menjamin tercapainya produktifitas yang tinggi di pelabuhan agar waktu tunggu kapal di dermaga bisa menjadi lebih singkat sehingga dermaga nanti akan dapat dipergunakan lagi oleh kapal berikutnya,

    Untuk itu Armen Amir mengajak semua pihak-pihak terkait, bahwa Pelabuhan Teluk Bayur ini sudah lama tertinggal dari pelabuhan-pelabuhan yang lain, saat ini kami sedang berbenah agar semua pengguna jasa kepelabuhanan dapat terlayani dengan baik, cost di pelabuhan bisa menjadi semakin efektif dan efisien, seharusnya semua para pelaku kegiatan dipelabuhanan dapat menjaga semangat tersebut dan tidak melihat dari kepentingan nya sendiri-sendiri, kita sedang mempersiapkan Pelabuhan ini menjadi Pelabuhan yang terbesar, terkemuka dan modern di Indonesia, karena potensinya besar sekali, marilah kita bersama bahu membahu untuk meujudkanya, karena dengan semakin baiknya Pelabuhan ini tentu yang akan menikmatinya adalah kita bersama juga.(*rel/dg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*