PELUKIS MINANG: Masyarakat Minang Kini Telah Kehilangan Roh Budaya Asli

Kamal Guci  seorang pelukis Mooi Minang Sumatera Barat.

Kamal Guci seorang pelukis Mooi Minang Sumatera Barat.

Advertisements

Padangpariaman, PADANGTODAY.com-Kondisi masayarakat Minang saat ini telah kehilangan roh budaya asli mereka. Minangkabau yang dahulu begitu luhur menjunjung nilai-nilai moral dan agama, kini telah terkikis oleh budaya asing. Hal ini disampaikan Kamal Guci di hadapan wartawan, (20/1) di kediamanya Pakandangan 2X11 Enam Lingkung Padangpariaman.

Sebut saja, Kamal Guci (35) seorang pelukis Mooi Minang Sumatera Barat ini telah menoreh ribuan ukiran karyanya dikertas kanvas. Melalui karya-karnyanya setia pada tema Minangkabau menjadikan sebuah perenungan yang mendalam bagi masyarakat Minangkabau, agar dapat mengembalikan kehidupan Minang sesuai karakternya.

Dengan karyanya ini membentangkan renungan yang bermakna simbolis dan keindahan serta ketenagan yang justru seuatu ironi dan tragis. Lukisan tersebut lebih menfokuskan tentang keindahan serta lika-liku keminangkabauan.

“Saat ini kondisi masyarakat Minang telah kehilangan arah dan telah kehilangan roh budaya aslinya. Perjalan waktu Minangkabau yang dahulu begitu luhur menjunjung nilai-nilai moral, dan telah terkikis globalisasi budaya asing,”ujar Kamal Guci.

Melalui media kertas kanvas, jelasnya, dan sebuah kuas mendeskripsikan kondisi alam Minangkabau saat ini. Karya-karya yang telah ia ciptakan melalui gambar tersebut yaitu dengan konsep Nagari Satu, Punah, Kinantan Berkokok Senja, Bajamba, dan Sibinuang Patah Tanduak.

Dijelaskan, Konsep natural imajinasi merupakan dasar penungan karya. Selain itu, sebelum mengambar terlebih dahulu melakukan penelitian tentang objek gambar yang akan diciptakan. Ia terus berkarya untuk menjanjikan tentang kondisi alam Minangkabau masa lalu hingga masa kekinian.(eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*