Pemakaian Kartu Parkir Meter Dianggap Minim Sosialisasi

Pemakaian Kartu Parkir Meter.

Pemakaian Kartu Parkir Meter.

Jakarta, PADANGTODAY.COM-Pemakaian kartu parkir meter di Jalan Sabang, Gambir, dianggap minim sosialisasi. Sehingga, banyak pengendara bingung bagaimana melakukan pembayaran parkir di mesin tersebut.

Adi Putranto (28), karyawan Smartfren Sabang, yang menjadi langganan tetap parkir meter di sentra fotografi mengaku belum mengetahui secara umum mengenai adanya penerapan Kartu elektronik tersebut.

“Kita sih yang gampang-gampang aja, pake koin sudah langsung jadi. Soalnya terus terang saya belum tahu soal kartu itu,” jelasnya sesaat mengeluarkan sepeda motor miliknya.

Kurang adanya sosialisasi tersebut juga diakui oleh Ramly (60), juru parkir di kawasan tersebut. Dia  menyebutkan, walaupun lima orang Sales Promotion Girl (SPG) sudah ditempatkan di antara 11 titik mesin parkir meter, beberapa pemilik kendaraan terlihat masih kesulitan untuk mendapatkan kartu parkir.

“Sebenernya kalau pakai kartu itu lebih gampang, tinggal beli empat puluh ribu, udah ada saldonya dua puluh ribu, tinggal di-scan. Jadi nggak repot nuker-nukerin (menukarkan-red) koinan,” jelasnya.

Belum maksimalnya penggunaan kartu tersebut pun kini tidak mengubah kondisi pelayanan parkir karena juru parkir masih kerap merasa kesulitan melakukan pelayanan akibat kurangnya koin penukaran.

Kondisi tersebut seperti yang terlihat saat WARTA KOTA menyambangi lokasi pada Kamis (5/2/2015) pada pukul 16.00. Karena pasokan koin habis, ditambah terlambatnya petugas yang membawa koin tambahan, beberapa pemilik kendaraan terpaksa menunggu di sisi jalan beberapa saat.

Petugas yang berjaga di lokasi pun terlihat kesulitan karena harus berlari untuk menukarkan uang koin kepada rekan sesama juru parkir lainnya. Sementara, kondisi jalan sempat terlihat macet karena kendaraan yang hendak memasuki area parkir harus menunggu di sisi jalan. (Dwi Rizki/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*