Pembangunan Jalan, Warga Marah Atas Kebijakan Nagari

Padang-today.com – Puluhan warga di Korong Subarang Padang, Nagari Padang Kandang Pulau Air Padang Bintuang, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman merasa dirugikan oleh pihak pemerintah nagari, sehingga warga menentang kebijakan nagari dengan menanam sejumlah pokok kelapa dijalan yang akan dibangun oleh pemerintah nagari didaerah itu.

Salah satu pemilik tanah yang bernama Suherman mengatakan, pihak Kerapatan Adat Nagari (KAN) beserta Wali Korong memaksa salah satu pemilik tanah untuk setuju agar tanahnya diserahkan untuk membangun jalan.

“Ada juga yang dipaksa oleh KAN dan Korong dengan ancaman kalau tidak mau maka akan dikucilkan di nagari,” ungkap Suherman kepada wartawan saat dijumpai di lokasi pembangunan jalan itu.

Terkait hal itu, pihaknya beserta warga lainnya telah membuat surat laporan yang diteruskan kepada Kejaksaan, Camat, Nagari bahkan kepada pihak Kepolisian.

“Namun sampai saat ini belum ada tanggapan. Nah saat kami temui Wali Nagari dan mengatakan bahwa Korong berbuat seperti itu dan meminta kepada Wali Nagari agar menunda pembuatan jalan tersebut, namun tidak ditanggapi. Jalan tetap dibuat,” ungkap Suherman.

Suherman dan pemilik tanah lainnya merasa dirugikan terkait pembangunan jalan beton tersebut. Pihaknya menyesali karena tidak dilibatkan dalam musyawarah terkait jalan itu.

“Kenapa kegiatan ini tetap dilanjutkan, sementara kami tidak dibawa bermusyawarah padahal itu tanah kami,” jelasnya.

Dikatakannya, pemilik tanah yang merasa dirugikan itu tidak akan pernah setuju dan mengiklaskan pembangunan tersebut. Atas ketidak setujuan itu pihak pemilik tanah, sengaja untuk menanam pohon kelapa di areal jalan tersebut agar pembangunan jalan bisa ditunda.

Sementara itu, Wakil Ketua LPM Nagari Padang Kandang Pulau Air Padang Bintuangan, Mustarah Deswan (51) saat dihubungi menuturkan perihal senada.

“Saya selaku Wakil Ketua LPM di nagari ini juga tidak dilibatkan dalam musyawarah pembangunan jalan itu. Sepertinya ada oknum yang ‘bermain dalam masalah ini,” ungkap Wakil Ketua LPM yang kerap disapa An.

Menurut Deswan ada pemaksaan dari pihak terkait agar pemilik tanah bersedia memberikan tanah untuk dijadikan jalan.

“Bahkan ada pemilik tanah yang tidak diikutsertakan dalam musyawarah untuk membangun jalan,” sebut Deswan.

Selain itu, kata Deswan lagi, dari dulu tanah tersebut telah menjadi masalah namun masalahnya sempat teredam. “Nah sekarang timbul lagi masalah ini, pening kita,” kata Deswan.

Secara pribadi Deswan mengatakan bahwa ia tidak setuju dengan pembangunan jalan itu. Harapannya pihak terkait segera mengajak pihak pemilik tanah untuk bermusyawarah agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, saat mengkonfirmasi Walinagari Padang Kandang Pulau Air Padang Bintuangan melalui Whatsapp, namun pihaknya belum ada jawaban atau merespon. (SugeR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*