Pembangunan Jembatan Lubuak Napa Dianggarkan tahun 2020

Padang-today.com__Infrastruktur merupakan prasarana publik yang paling mendasar guna mendukung kegiatan ekonomi suatu wilayah. Ketersedian infrastruktur sangat menentukan tingkat efesiensi dan efektivitas kegiatan ekonomi.

Mengingat vitalnya infrastruktur bagi pembangunan ekonomi, maka pembangunan infrastruktur menjadi kebutuhan dasar masyarakat Padang Pariaman sendiri. Belakangan ini dampak bencana alam yang terjadi di Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, mengakibatkan kerusakan beberapa infrastruktur di berbagai wilayah di daerah itu.

Sejumlah ruas dan jembatan di daerah itu mengalami kerusakan baik yang diakibatkan bencana banjir, longsor, dan abrasi. Salah satunya di Korong Lubuak Napa, Nagari Batu Kalang, Kecamatan Padang Sago. Sebagai mana yang telah diberitakan di media ini sebelumnya.

Masyarakat di wilayah itu berharap jembatan Lubuak Napa yang di hantam banjir bandang Desember 2018 lalu segera diperbaiki oleh pemerintah setempat. Alasannya, jembatan tersebut sebagai urat nadi perlintasan siswa menuju ke SMAN 1 Padang Sago.

Selain sebagai penghubung bagi masyarakat dan siswa, jembatan tersebut juga berguna untuk membawa hasil tani warga didaerah itu ke daerah lainya yang menghubungkan dua Kecamatan. Yakni Kecamatan Padang Sago dan Kecamatan Patamuan.

“ Sejak ambruknya jembatan Lubuk Napa hingga sekarang belum ada tanda-tanda dari pemerintah untuk memperbaikinya. Adapun jalan alternatif yang dibuat warga, namun jalan itu juga sudah rusak parah dan ditambah lagi jarak tempuh cukup jauh,” kata Mulyadi salah seorang warga setempat.

Katanya, pembangunan jembatan sangat di butuhkan karena pendukung tercapainya pertumbuhan ekonomi, karena jembatan sebagai alat penghubung dua kecamatan itu sangat dibutuhkan warga. Selain mendorong aspek ekonomi dan kegiatan sosial lainya.

Wali Korong Lubuak Napa, Rio Wisepsa mengatakan, jembatan tersebut mulai digunakan masyarakat pada tahun 1994, artinya sudah 25 tahun jembatan itu digunakan warga. Diakui, pihaknya melalui Pemerintah Nagari batu Kalang sudah mengajukan proposal untuk normalisasi sungai batang Mangur dua tahun sebelum jembatan ambruk.

“ Hingga saat ini belum ada tanda-tanda perbaikan atau upaya untuk melakukan pembangunan jembatan tersebut, apalagi dana pemeliharaan jembatan juga tidak ada,” ujarnya.

Sementara Happy Neldy dari Komisi 2 DPRD Padang Pariaman mengatakan, dalam pembanguanan ini pasti adanya konsekuensi yang dihadapi pemerintah jika terjadi kegagalan infrastruktur akan memberikan dampak yang luas terhadap masyarakat.

Happy Neldy dari Komisi 2 DPRD Padang Pariaman mengunjungi jembatan Lubuak Napa yang Rusak akibat banjir bandang

Karena jika berhasil membangun infrastruktur maka dampak baiknya juga ke masyarakat, masyarakat juga akan bisa menikmati pembangunan dengan nyaman.

“ Jembatan Lubuk Napa, Padang Sago yang mabruk akibat meluapnya sungai Batang Mangur pada bulan Desember 2018 lalu. Untuk itu, masyarakat berharap pembangunan jembatan dapat dilakukan. Karena APBD Padang Pariaman mengalami devisit anggaran, pembangunan jembatan tersebut terkendala untuk dibangun. Kendatipun demikian, pembangunan tersebut dapat dianggaran pada APBD 2020 nanti,” kata Happy Neldy dari Komisi 2 DPRD Padang Pariaman ketika menjawab pertanyaan wartawan, Jumat 28-06-2019.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan chek cross kelapangan untuk pembangunan jembatan tersebut pada hari Selasa 25-06-2019 lalu. Ia membenarkan, jembatan itu salah satu alat penghubung bagi masyarakat Padang Sago.

“ Tahun anggaran 2019 belum ada anggaran untuk pembangunan jembatan Lubuak Napa, disebabkan APBD Padang Pariaman mengalami defisit di atas 50 milyar,” ujarnya.

Pihaknya, kata dia, sengaja turun ke lapangan sebagai bahan untuk mendesak bupati Padang Pariaman melalui Dinas PUPR supaya dapat dianggarkan pada tahun 2020 mendatang. (Herry Suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas