Pembangunan Padang Pariaman, Berdasarkan Biaya APBD dan APBN

Gubernur Irwan Prayitno didampingi Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni saat meresmikan Proyek di Padang Pariaman.

Gubernur Irwan Prayitno didampingi Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni saat meresmikan Proyek di Padang Pariaman.

PADANGPARIAMAN, PADANGTODAY.com-Membangun daerah kalau seorang kepala daerah mengandalkan APBD semata-mata jelas tidak akan cukup, karena APBD tersebut sangat terbatas. Apalagi semua gaji PNS di lingkungan daerah tersebut masuk dalam APBD.

Melihat kondisi demikian, masing-masing kepala daerah berusaha melakukan pendekatan kepada pemerintah pusat untuk membangun daerahnya dengan dana APBN. Langkah itulah yang dilakukan Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni selama ini.

Sehingga hingga kini berbagai pembangunan berkelas nasional telah berdiri di Kabupaten Padangpariaman. Semua orang bisa melihat langsung pembangunan yang dilaksanakan Ali Mukhni hingga kini dalam daerahnya.

Mulai dari BP2IP, pelabuhan di Tiram, Asrama Haji, pembangunan jalan Duku – Sicincin. Bahkan tidak lama lagi, peletakan batu pertama pembangunan asrama haji di Kecamatan Batang Anai segera dilaksanakan.

Seperti yang disampaikan Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno saat peresmian Jembatan Batang Piaman, Nagari Lareh Nan Panjang, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak kepada masyarakat setempat tentang kinerja Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni.

“Kita melihat Ali Mukhni sangat serius dalam melaksanakan roda pembangunan di Kabupaten Padangpariaman. Saya akui Ali Mukhni sosok yang gigih dan mampu meyakinkan pemerintah pusat dan daerah untuk memajukan daerahnya,” ujarnya saat itu.

Kemudian lagi katanya, Ali Mukhni ini bupati yang kecil tapi lincah. Dia jago lobi pemerintah pusat dan propinsi, sehingga bisa membangun mega proyek trilyunan rupiah tanpa menggunakan dana APBD Padangpariaman.

Dijelaskannya, Padangpariaman secara geografis sangat diuntungkan, karena berada dekat dari ibukota Propinsi Sumbar. Apalagi didukung dengan keberadaan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sebagai pintu gerbang ranah minang.

Karena itulah katanya, Padangpariaman sangat berpotensi terhadap pengembangan wilayah Propinsi Sumatera Barat di masa depan. Saat ini telah banyak investasi infrastruktur yang sedang dibangun berkat sinergitas antara pemerintah propinsi dan kabupaten.

Irwan mencontohkan tentang Pembangunan Badan Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) di Tiram, Kecamatan Ulakan Tapakis seluas 35 hektar yang merupakan termegah di Indonesia. BP2IP tersebut dibangun dengan dana APBN sebesar Rp 1,5 trilyun secara multiyears.

Diceritakannya ketika Bupati H Ali Mukhni mendatanginya meminta bantuan dana APBD Propinsi Sumbar dan ia langsung menyanggupi.

“Pak Ali Mukhni bilang, Pak Gubernur ini ada sekolah pelayaran dari Kementerian Perhubungan Repoblik Indonesia. Tolong dibantu pembebasan tanahnya dan kami bersama DPRD Sumbar menyanggupi, walaupun biayanya puluhan milyar, karena BP2IP merupakan bangunan monumental di Sumbar yang terletak di Padangpariaman,” ujarnya.

Selain itu masih banyak pembangunan mega proyek yang didukung oleh APBD Propinsi Sumbar terutama dalam pembebasan tanah seperti pembangunan MAN Insan Cendikia, Asrama Haji, Jalan Lingkar Duku-Sicincin, Jalur Kereta Api Duku-BIM, Stadion Utama, Normalisasi Sungai dan masih banyak yang lain.

Pada kesempatan itu Irwan juga menepis isu yang menyerangnya yang mengatakan selama kepemimpinannya tidak adanya pembangunan yang monumental. Isu tersebut tentunya dilemparkan oleh lawan politik seiring memanasnya suhu politik. Dirinya, merasa perlu mempublikasikan kepada masyarakat melalui media massa dan media sosial.

“Ada yang bilang selama pak gubernur menjabat tidak ada pembangunan monumental. Tapi setelah kita publikasikan melalui media massa dan media sosial, seperti facebook maka banyak yang mengapresiasi,” paparnya.

Sementara itu Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni membenarkan pesatnya pembangunan Padangpariaman berkat perhatian dari Pemerintah Propinsi Sumbar bersama stakeholders. Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat atas bantuan moril dan materil untuk mewujudkan Padangpariaman sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Padangpariaman, kami memberikan apresiasi Bapak Gubernur Sumbar bersama seluruh stakeholders yang banyak membantu pembangunan untuk kesejahteraan umat,” ujarnya.

Kemudian menanggapi pujian Gubernur Irwan, ia menjawab bekerja ikhlas karena Allah SWT karena bekerja ikhlas merupakan ibadah. Ia menilai yang dilakukannya merupakan sebagai bentuk kepedulian dan pertanggungjawaban kepada Allah SWT.

Ali Mukhni mengatakan keberhasilannya membangun Padangpariaman, karena melibatkan seluruh komponen masyarakat seperti ninik mamak, ulama, perantau dan tentunya hubungan harmonis dengan DPRD. “Allah SWT tidak tidur, jika berusaha sungguh-sungguh maka kita akan berhasil,” ujarnya

Lihat saja kata Ali Mukhni, hingga kini terus terjadi peningkatan jumlah kawasan sentra produksi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Peningkatan, perluasan dan peremajaan tanaman perkebunan, meningkatnya populasi ternak.

Kemudian pengembangan kawasan pesisir dan sentra perikanan melalui peningkatan kapasitas dan akses terhadap sarana produksi, infrastruktur, teknologi dan pasar perikanan, peningkatan kawasan konservasi dan budidaya perikanan, pembinaan dan peningkatan teknologi petanian serta peningkatan kapasitas penyuluh.

Bahkan juga terjadi peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan iptek dengan arah kebijakan melalui kualifikasi guru, pengembangan pendidik non formal, meningkatnya akses pendidikan dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah, meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana prasarana kesehatan, meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan keterjangkauan obat serta alat kesehatan, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, sertifikasi kompetensi bagi calon tenaga kerja dan kapasitas dan keterampilan calon tenaga kerja.

Selanjutnya, penerapan good governance dalam penyelenggaraan pemerintahan dengan arah kebijakan melalui reformasi birokrasi secara berkelanjutan termasuk penataan kelembagaan dan peningkatan layanan publik melalui peningkatan kompetensi aparatur pelayanan, optimalisasi ruang partisipasi publik, optimalisasi layanan terkait kecepatan, kemudahan, kepastian dan transparansi berbasis teknologi informasi, percepatan penerapan SPM.

Akselerasi dalam melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik dan perwujudan reformasi birokrasi dan pengembangan sumber daya aparatur yang berintegritas, netral, kompeten, kapabel, berkinerja tinggi, sejahtera diikuti dengan system pembinaan karir yang terbuka . (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas