Pembuat Tambua dan Gendang Tansa Di Nagari Tanjung Sani

Padang-today.com__Jorong Pasak (Paka Tanjuang), Nagari Tanjuang Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar terdapat seorang ahli pembuat alat musik tradisional Minangkabau. Alat musik Gendang Tansa dan Tambua, dilestarikan masyarakat Agam, Bukittinggi, Padang Pariaman dan Kota Pariaman.

Zulkifli Sutan Janaik bersuku Koto, Asli orang Tanjung Sani Salingak Danau Maninjau salah satu pembuat Gendang Tansa dan Tambua. Ia mengaku baru menekuni pembuat Tambua dan Gendang Tansa, sejak 2006 lalu. Pada saat kebetulan usai mengikuti Festival Tambua Tansa di Lampung.

“Pada saat itu saya diajak Pak Alimin, orang Sungai Batang untuk bermain Gendang Tambua Tansa ke Lampung. Setelah usai, perantau di sana menawarkan dan meminta bantuan untuk memesan Tambua. Saya langsung mengajukan diri untuk bisa memenuhi permintaan meski pada saat itu saya belum mahir membuatnya,” ungkap Zulkifli.

Berkat yakin dan kesungguhan bersama rekan-rekannya, Pelestari dan Guru di sebuah sanggar Seni Tradisi di Tanjung Sani itu berhasil memenuhi pesanan, 26 buah Tambua beserta dua Gendang Tansa. “Sejak saat itu, saya beserta anak-anak dan Istri terus mendapat pesanan mencapai 200 buah selama satu bulan,” lanjutnya.

Sebelumnya, akhir tahun 1989 setelah bekeluarga, ia sempat berprofesi sebagai tukang dan pembuat atau perenovasi sampan. Karena di Selingkar Danau Maninjau, banyak orang membutuhkannya. Dari dasar skill tersebut, Sutan Janaik Suku Koto ini memberanikan diri membuatkan pesanan itu, dan sebagai pembuka awal kesuksesan yang ia capai hingga saat ini.

Pesanan tidak hanya dari Agam, Bukittinggi, Padang Pariaman dan Kota Pariaman saja. Perantauan di Pekanbaru, Batam, Lampung, Medan bahkan di Singapura dan Malaysia juga banyak ke sini. Meminta untuk membuatkan Tambua dan Tansa.

“Sebelum hasil pesanan yang saya buat belum bagus sesuai kemampuan yang saya miliki, gendang tersebut belum berani saya berikan. Kepuasan orang lain yang memesan adalah kepuasan diri pribadi saya. Karena saya juga pecinta dan pelestari kesenian Minangkabau. Pemain sekaligus pelatih alat kesenian itu sendiri,” tuturnya.

Satu Tambua beragam harganya, tergantung besar ukuran dan permintaan pemesan. Bila ukuran besar, bisa mencapai Rp850 ribu rupiah. Sedangkan Gendang Tansa harganya berkisar Rp1.200.000. “Keutamaan kita adalah bagaimana kelestarian tradisional ini terus bangkit. Karena kesenian (seni) tradisi melatih kita pada nilai-nilai sosial berupa raso dan pareso. Seni Raso jo Pareso membuat kita peka atau peduli dengan sesama beserta lingkungan,” tutupnya. (suger)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*