Pembukaan KBN Sukses, Diawali Doa Khidmat dan Haru untuk Rara

Padangpanjang—Pasca doa bersama untuk almarhum Rara Rizkyatul Hanif yang dipimpin langsung Walikota Padangpanjang, pembukaan Kemah Budaya Nasional (KBN) X oleh Direktur Jendral (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, berlangsung sukses di Lapangan GOR Khatib Sulaiman Bancahlaweh, Senin (26/7) kemarin.

Pada agenda nasional yang diikuti Pramuka Penggalang dari perwakilan 34 provinsi tersebut, Hilmar Farid menyebut sebagai momentum sebagai wadah untuk saling khazannah budaya Indonesia serta meningkatkan rasa persaudaraan dalam keberagaman.

Sesuai dengan tema KBN ke X “Terekat Kuat Ragam Budaya Indonesia pada Penggalang Milenial di Bumi Minangkabau”, efek nyata perkembangan tekhnologi komunikasi sangat berpengaruh menjauhkan yang dekat dan sebaliknya mendekatkan yang jauh. Karena itu sangat diyakininya, para Pramuka akan menjadi terdepan dalam pemanfaatan tekhnologi untuk suatu kebaikan.

“Kebinekaan adalah fakta dalam sejarah kehidupan bangsa kita. Tugas kita sebagai generasi penerus, adalah memastikan kebinekaan itu terawat dengan baik dalam persatuan. Terutama di kalangan muda, tidak ada yang dapat melakukannya dengan baik selain dari gerakan Pramuka,” ujar Hilmar jelang membuka KBN X secara resmi dengan pemukulan alat musik Talempong secara bersama-sama.

Waka Bina Muda pada Kwartir Nasional (Kwarnas), Supriyadi menyebut kegiatan KBN sebagai momentum menumbuhkembangn nilai-nilai sejarah dan budaya bangsa kepada Pramuka Penggalang agar menjadi generasi muda yang mandiri, terampil dan bertanggung jawab terhadap kelestarian budaya bangsa.

Dikatakannya, ancaman terhadap pemuda di negeri ini semakin meningkat kuantitas dan kualitasnya, diyakini sinergisitas pengetahuan dan keterampilan di dalam Pramuka dapat menangkal maraknya pengaruh narkoba, meluasnya pornografi dan tindakan kriminalitas. Harapan besar tertumpang kepada generasi muda dan peserta KBN untuk dapat menjaga cagar-cagar budaya yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Memanfaatkan waktu senggang mengunjungi situ-situs tersebut sangat baik, karena menyimpan beragam ilmu pengetahuan yang akan menambah wawasan masa lalu, sekarang dan yang akan datang. Pramuka satu-satunya organisasi yang dipastikan dapat menguatkan ketahanan nasional, budaya, pangan dan narkotika,” tegas Supriyadi.

Wali Kota Padangpanjang, Fadly Amran Dt Paduko Malano di tengah berbaganya atas kepercayaan sebagai tuan rumah KBN ke X ini kembali menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya salah seorang peserta penari massal akibat tragedi yang sangat tidak terduga. Mewakili segenap jajaran Pemko Padangpanjang dan kepanitiaan KBN, menghaturkan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Terhadap pihak Kemeterian, Kwarnas, Kwarda dan Kwarcab serta masyarakat atas terselenggaranya awal kegiatan agenda nasional di daerah berjuluk Serambi Mekkah itu. Melalui momentum tersebut diharapkannya, generasi milenial dapat lebih mengenal keberagaman budaya agar bisa lebih mencintai negara kesatuan Republik Indonesia.

Pengalang Pramuka yang hadir dalam agenda KBN kali ini, diyakini Wako Fadly akan menjadi agen pemersatu yang mengenal budaya, seni dan tradisi masyarakat Indonesia pada umumnya. Termasuk selagi di Padangpanjang, momentum untuk lebih mengenal keragaman adat dan budaya Minangkabau.

“Penampilan luar biasa dari segenap anak-anak kita melalui tari massal yang sangat memukau tadi, dapat juga kita apresiasikan sebagai persembahan khusus untuk penghormatan bagi anak kita Rara. Selain itu secara umum, kegiatan ini setidaknya akan memberikan multi efek positif terhadap perekonomian masyarakat selama 5 hari pelaksanaan KBN,” ungkap Fadly sembari kembali mengirimkan doa bagi almarhum Rara. (ta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas