Pemda Tanah Datar Gelar Kegiatan Penguatan Stake Holder Perlindungan Perempuan dan Anak Dari Tindak Kekerasan

Pemda Tanah Datar Gelar Kegiatan Penguatan Stake Holder Perlindungan Perempuan dan Anak Dari Tindak Kekerasan.

Batusangkar,PADANGTODAY.com-Pemerintah Tanah Datar Senin 17/11 gelar kegiatan penguatan Stake Holder Perlindungan Perempuan dan Anak Dari Tindakan Kekerasan bertempat di aula gedung Dharma Wanita Indo jalito. Acara di hadiri Wakil Bupati Irdinansyah, Anggota Polres Tanah Datar, kepala SKPD, kepala BUMN daN BUMD Tanah Datar, Ormas dan Organisasi wanita, Kepala Unit dinas pendidikan kecamatan lima kaum, kepala sekolah Dasar se kecamatan lima kaum, Siswa siswi dan Forda Pelangi Kabupaten Tanah Datar.

Dalam acara ini Pemda Tanah Datar mengundang Nara Sumber dari Perwakilan Kementrian Pemberdayaan. Perempuan dan Anak RI, Yayasan YKAI Jakarta, DR. Hamid Patilima, S.Sos MSiP dan Tenaga Ahli Pengembangan Kota Layak Anak sekaligus Ketua Yayasan Bahtera Bandung, Hadi Utomo.

Kegiatan ini bertujuan memberi manfaat bagi perempuan dan Anak, dengan fokus pembangunan sumber daya manusia pada gilirannya untuk mengungkapkan berbagai permasalahan yang di hadapi perempuan dan anak sebagai integral dari permasalahan pembangunan manusia sesuai dengan UUD 1945, pasal 27 dan Pasal 28 ayat 1 tentang hak warga negara atas kesamaan di hadapan hukum dan kepastian hukum.

Dalam pembukaan acara Bupati melalui Wakil Bupati Irdinansyah Tarmizi menyampaikan, berdasarkan data pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) Luhak nan tuo kabupaten Tanah Datar tahun 2014 sampai akhir Oktober jumlah kasus yang di selesaikan lebih kurang 45 kasus dengan jenis kasus KDRT, pencabulan, sodomi, pemerkosaan dan kenakalan anak, para korban rata rata adalah anak sedangkan pelakunya adalah orang-orang terdekat korban seperti ayah, paman, saudara, bahkan dari tenaga pendidik. Kasus ini mungkin akan lebih besar jumlahnya bila dikaitkan dengan kasus yang tidak terekspos.
Permasalahan relasi gender dalam kehidupan berkeluarga dan masyarakat dan bermasyarakat sering di pengaruhi kondisi sosial budaya.
Pada saat ini telah terjadi pergeseran tatanan kehidupan masyarakat yang tidak lagi menerapkan filosofi hidup masyarakat Minangkabau secara utuh.

“Melalui penguatan Stake Holder Perlindungan Perempuan dan Anak dari tindak kekerasan di harapkan dapat menghasilkan rumusan untuk pemecahan permasalahan yang di hadapi perempuan dan anak saat ini”, ujar Irdinansyah.

“Acara di gelar selama 2 hari, yaitu senin dan Selasa 17-18/11, diharapkan dapat membuat lebih terjaminnya penerapan substansi hukum dan struktur hukum yang responsif gender dan peduli hak anak, untuk itu di harapkan akan berdampak pada penguatan terhadap tumbuhnya budaya hukum yang berkeadilan. Dan dapat mengembalikan lagi kondisi sosial budaya masyarakat Minangkabau dalam bingkai matriakhat, lebih memperhatikan posisi dan peran perempuan serta perlindungan anak dengan filosofi “Anak Dipangku Kamanakan Dibimbiang, Urang Kampung di Patenggangkan” harap Pelaksana kegiatan Kepala Badan Taskin PMPKB Kabupaten Tanah Datar Hernita Zailairti, S.Sos .(romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas