Pemilik Tanah Protes Untuk Dieksekusi

Foto Ilustrasi Eksekusi Tanah

Foto Ilustrasi Eksekusi Tanah

Advertisements

Padang-today.com__Upaya eksekusi putusan Pengadilan Negeri Pariaman terhadap perkara tanah, antara Gusnaldi Syofian – Wiraharti, di lokasi sengketa, tepatnya di Lingkungan Perumahan masyarakat kampung Pondok Pariaman Tengah, Kota Pariaman, untuk pembangunan jalan pemukiman warga, Senin 21-11-2016 menuai protes dan diiringi dengan aksi penolakan upaya eksekusi tersebut. Eksekusi dimulai dari pukul 10.00 WIB dan berakhir pada pukul 12.00 WIB.

Tim eksekusi yang berasal dari Pengadilan Negeri Pariaman, dibantu dengan sejumlah petugas kepolisian Polres Kota Pariaman mendapat penolakan keras dari sipemilik tanah tersebut yang tak puas dengan putusan Pengadilan.
Satu unit alat berat berupa ekskapator dihadang oleh sipemilik tanah diminta untuk berhenti melakukan pembuatan jalan disekitar lokasi sengketa. Dari amatan awak media ini, terjadi tolak menolak antara pemilik tanah dan petugas eksekusi, sementara salah seorang ahliwaris tanah, meminta pihak Pengadilan dapat memberikan penjelasan atas putusan tersebut.

Wirahartati-Gusnaldi Sofyian ahli waris pemilik tanah, menolak dengan keras upaya eksekusi, sambil menjerit dirinya berkata “Kami tidak izinkan tanah kami dikuasi oleh orang laing tanpa sepengetahuan kami, kami sipemilik tanah yang sah, dan mempunyai surat yang lengkap “, pungkasnya.

Menurutnya, pembangunan jalan tersebut sudah ada semenjak dahulunya, namun setelah didapatinya, jalan tersebut telah kuasai oleh pemerintah tanpa adanya diketahui oleh pihak kami, jelasnya. “Pembangunan jalan tersebut tanpa ada musyawarah dengan keluarga kami yang mempunyai kepemilikan tanah yang sah,” ungkap Gusnaldi Sofyian.

Katanya, pembangunan jalan tersebut adalah milik keluarga besar Wirahartati-Gusnaldi Sofyian, bukan tanah milik Negara. Ahli waris tanah berupaya untuk membawa perkara ini ke ranah hukum, dan untuk sementara ini pembanguana jalan tersebut akan ditutup, terangnya.

Ditengah perdebatan antara sipemilik tanah dengan tim eksekusi,  Camat Pariaman Tengah Adi Junaidi yang hadir pada eksekusi tanah membenarkan bahwa tanah dieksekusi tersebut adalah milik Negara sesuai dengan keputusan pengadilan negeri Pariaman pada tahun 2001, jelas Adi.

Dijelaskan, sebelumnya pihak pemerintah telah ada upaya untuk mediasi sengketa tanah tersebut kepada sipemilik tanah itu. Namun, ahli waris tanah tersebut berprinsip bahwa mereka tidak menerima atas keputusan pengadilan Negeri pariaman. Pembangunan jalan tersebut, tambah Adi Junaidi, tetap dilaksanakan untuk masyarakat setempat.

Tak berselang lama, Kapolsesk bersama Kasat Pol PP Kota Pariaman Mengambil kebijakan dalam menanggapi percekcokan yang terjadi sehingga eksekusi pun akhirnya tetap dilanjutkan.(sg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*