Pemilu 2019, Pemilih dapat Mencoblos Mengunakan e-KTP di TPS sesuai Domisili.

Padang-today.com__Masayarakat Indonesia, Padang Pariaman, Sumbar khususnya hari ini menentukan pilihannya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) serentak. Cuaca yang cukup cerah membuat antusias masyarakat pemilih untuk berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam menentukan pilihannya di daerah masing-masing.

Pemillih Pemilu 2019 yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) tetap bisa mencoblos mengunakan e-KTP di TPS atau suket sesuai domisili. Pemilihan tersebut baru bisa mencoblos mulai pukul 12.00.

Ketentuan mengenai hal itu tertuang dalam PKPU 2 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara. Dalam aturan itu disebutkan bahwa pemilih yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) namun memiliki hak pilih, msuk di kategori Daftar Pemillih Khusus (DPK).

Pemilih yang masuk di DPK dapat menggunakan hak pilihnya dengan menunjukkan e-KTP atau Suket pada saat pencoblosan. Suket yang digunakan juga haruslah sukut yang dikeluarkan oleh Dukcapil sebagai bukti perekam KTP elektronik.

Namun pemilih ini hanya dapat mencoblos di TPS yang berada di RT/RW sesuai dengan alamat yang tertera di e_KTP atau Suket Pemilih juga baru bisa mencoblos mulai pukul 12.00. Untuk daerah pemilihan III, terdiri dari Kecamatan Batang Gasan, Kecamatan Sungai Limau, Kecamatan Sungai Geringging dan Kecamatan Aur Malintang dengan jumlah nagari 16 dan 205 TPS tersebar di seluruh nagari-nagari di wilayah III tersebut telah mengimplementasikan aturan yang dilahirkan oleh KPU itu.

Kecamatan Sungai Limau yang mempunyai 4 nagari, 10 TPS dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 22,976 telah menyelesaikan hak pilihnya dalam Pemilu kali ini pada pukul 12.00. namun, ada sebagaian daftar tambahan yang akan melakukan hak pilihnya sekitar 2,5 persen.

TPS 6 Korong Sungai Limau yang berlokasi di Kantor Pemadam Kebakaran, depan terminal daerah itu terjadi keributan kecil, gara-gara salah satu warga yang datang dari Korong tersebut tidak dapat mengunakan hak pilihnya sebagai warga negara indonesia.

Adu mulut antara pengawas pemilu, warga pemilih dengan petugas TPS tidak dapat dibendung. Sehingga terjadi di pihak peyelenggara dan panwas pemilu bersitegang dalam menyatakan sikapnya yang telah tertuang dalam aturan yang berlaku dalam pemilu. Petugas TPS, Panwas dan warga pemilih mempertahankan kebenarannya dengan berpijak kepada aturan yang berlaku.

“ Pemilih dapat mencoblos di TPS yang berada di RT/RW atau Korong sesuai dengan alamat yang tertera di e-KTP atau Suket. Pemilih juga baru bisa mencoblos mulai pukul 12.00. Hal ini tertuang pada aturan yang telah ditetapkan KPU,” ujar Syafrial (51) salah satu warga yang hak pilihnya hampir hilang untuk menentukan pilihannya pada pemilu kali ini di TPS 6 Korong Sungai Limau, Rabu 17 April 2019 di Terminal Sungai Limau.

Pihak TPS 6 di Korong Sungai Limau, kata dia, tidak mengizinkan dirinya untuk mencoblos di TPS itu, dengan alasan, bahwa dirinya tidak ada dalam DPT yang telah ditetapkan. Namun, pihak penyelenggara bersikeras untuk menjunjung tinggi aturan yang telah dibuat oleh KPU itu.

“ Pihak petugas dan Panwascam kurang memahami aturan yang telah dibuat oleh KPU. Seakan-akan menutup habis hak pilih warga yang akan menentukan hak pilihnya. Untung ada salah satu pihak KPU dari komisioner KPUD Pariaman menyejukan suasana ricuh di TPS itu,” ujarnya.

Komisioner KPUD Padang Pariaman, Erikstrada mengatakan, setiap warga pemilih dapat mengunakan hak pilihnya dalam pemilu 2019 serentak kali ini. Namun, ada ketentuan dan aturan yang haarus dilalui.

Seperti diketahui pada hari ini, di TPS 6 Sungai Limau salah satu warga ingin melakukan hak pilihnya, namun petugas TPS dan Pengawas kurang memahami dari aturan yang telah ditetapkan itu. Sehingga warga yang hendak memilih mengunakan e-KTP bersitegang untuk mengunakan hak pilihnya.

“ Pihak KPU tidak ada menghambat hak pilih warga dalam menentukan pilihannya, sepanjang warga mengunakan hak pilihnya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Namun, pihak petugas dan Panwas Pemilu kurang paham dengan aturan tersebut,” ujar anggota Komisioner KPUD Padang Pariaman kepada www.padang-today.com.

Diketahui, pada pasal 9 ayat 1. Pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT dan DPTb sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf C mengunakan hak pilihnya dengan menunjukan KTP-el atau Suket kepada KPPS pada saat Pemungutan Suara.

“ Hak Pilih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat digunakan di TPS yang berada di rukun tetangga/rukun warga atau sebutan lain sesuai dengan alamat yang tertera dalam KTP-el atau Suket,” ujarnya.

Kendatipun demikian, harus disesuaikan dengan surat suara yang tersedia di masing-masing TPS. Banyak pemillih mengira penggunaan KTP untuk mencoblos dalam Pemilu bisa dilakukan di TPS manapun yang bisa ditempuh. Padahal pemilih yang mencoblos dengan KTP ada ketentuannya. (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas