PEMKAB REWARD 20 WARTAWAN BERKARYA TERBAIK

KABAG HUMAS M SIEBERT

KABAG HUMAS M SIEBERT

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANGTODAY.com-Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota kembali memberi reward (penghargaan) kepada wartawan yang bertugas di daerah tersebut. Bila tahun lalu, penghargaan diberikan buat 10 wartawan cetak dan online yang paling banyak menulis pemberitaan tentang Limapuluh Kota, maka tahun ini penghargaan diberikan kepada 20 wartawan dengan indikator yang sama.

“Indikatornya sama dengan tahun lalu, yakni paling banyak menulis berita tentang daerah ini, terutama terkait dengan potensi daerah, kegiatan kepala daerah, kebijakan dan prestasi daerah. Tapi jumlah penerima reward tahun ini bertambah 10 orang, sehingga menjadi 20 orang. Mereka ditetapkan sesuai Keputusan Sekda Nomor 160/Humas-LK/2014 yang mengacu kepada Perbup Nomor 5 Tahun 2014 dan Keputusan Bupati Nomor 94 Tahun 2014,” kata Muhammad Siebert, Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Limapuluh Kota, Senin (8/12).

20 wartawan yang menerima penghargaan tersebut, menurut Siebert, terbagi dalam lima kategori terbaik. Untuk kategori terbaik IA sampai 1 D, penerimanya adalah M Bayu Tullah Vesky (Singgalang) dengan 463 berita, Zulkifli Damhur (Haluan) dengan 240 berita, Dodi Syahputra (Harian Rakyat Sumbar) dengan 199 berita, dan Afridel Ilham (Padang Ekspres) dengan 195 berita.

Kemudian, kategori terbaik II A sampai II D, diraih Fajar Rillah Vesky (Padang Ekspres) dengan 181 berita, Dodi Sastra (Koran Padang) dengan 152 berita, Edward (Padangcrime.com) dengan 124 berita, dan Dadang Esmana (Haluan) dengan 113 berita. Selanjutnya, kategori III A sampai III D, diraih Ramadalius (Posmetro Padang) dengan 113 berita, Ridho MP (BIN News) dengan 93 berita, Rino Chandra (Komapos.com) dengan 77 berita, dan Ir Yuridis (Investigasi) dengan 68 berita.

Selanjutnya, kategori IV A sampai IV B, diperoleh Meddy Suhendi (Harian Rakyat Sumbar) dengan 54 berita, Widiat B Artha (The Public) dengan 43 berita, Cut Orin (Radio Total FM) dengan 205 berita, dan Ebtisar (Serambi Pos) dengan 31 berita. Terakhir, kategori VA sampai VD, diraih Miko Elfisha (Antara Sumbar.Com) dengan 28 berita, Abdul Rahim (Suara Kita) dengan 28 berita, Ali Rahman (SKM Rakyat Sumbar) dengan 25 berita, dan Marjohan (Sumbar Kreatif) dengan 24 berita.

Masing-masing wartawan yang menerima penghargaan ini, menurut M Siebert, mendapat hadiah uang tunai Rp2 Juta sampai Rp5 Juta, dengan dipotong PPh Pasal 23.

“Tahun lalu, kita berikan reward buat 10 wartawan, berupa studi komperatif ke surat kabar di Riau. Tahun ini, karena banyaknya agenda dan PWI bersama Balai Wartawan Luak Limopuluah juga melaksanakan studi komperatif, maka hadiah berupa uang diserahkan langsung kepada 20 wartawan,” kata Siebert.

Siebert yang dibesarkan dari dunia pers dan pernah memimpin PWI Payakumbuh sejumlah surat kabar di Sumbar, mengatakan, reward buat 20 wartawan ini, bukan diberikan Pemkab Limapuluh Kota untuk mengatur ataupun mengintervensi pemberitaan. Sebaliknya, reward ini merupakan apresiasi dari Pemkab kepada para wartawan yang sudah menyebarluaskan informasi, sesuai UU Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Pemberian reward ini merupakan upaya kami, untuk mendorong terwujudnya UU Nomor 14 Tahun 2008. Dimana, konsekwensi dari lahirnya Undang-Undang ini, setiap badan publik tidak lagi berwenang menyembunyikan beragam informasi publik kepada masyarakat, kecuali memang yang dilarang sesuai amanat perundang-undangan yang berlaku. Bila sebelumnya informasi di badan publik seolah-olah milik sendiri, kini ada mekanismenya agar bisa diakses masyarakat dengan cepat, tepat waktu dan murah,” kata Siebert.

Terpisah, Ketua PWI Payakumbuh/Limapuluh Kota Syafril Nita yang merangkap sebagai Ketua Balai Wartawan Luak Limopuluah, mengapresiasi penghargaan yang diberikan Pemkab Limapuluh Kota kepada wartawan. Ini, menurut Nita, menandakan Pemkab Limapuluh Kota benar-benar menyadari, bahwa pers adalah pilar keempat demokrasi, setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Terkait dengan rencana PWI Payakumbuh/Limapuluh Kota mengikuti studi komperatif, menurut Syafril Nita akan dilaksanakan Kamis (11/12) hingga Minggu (14/12) mendatang. Dalam konsultasi dan studi komperatif ini, PWI juga mengajak organisasi atau wadah pers lainnya yang ada di Luak Limpuluah, seperti Balai Wartawan, KWRI, dan Korwal, untuk mengunjungi Dewan Pers serta Harian KOMPAS di Jakarta.

“Kita ingin, dengan konsultasi dan studi komperatif ini, bisa meningkatkan kapasitas dan profesionalisme kawan-kawan wartawan yang bertugas di Luak Limopuluah,” kata Syafril Nita didampingi pengurus PWI Yusrizal. Disisi lain, Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo dan Wabup Asyirwan Yunus, melalui Sekkab Yendri Tomas, mengaku akan terus berupaya mendorong peningkatakan kapasitas dan kualitas insan pers yang bertugas di daerah ini.

“Salah satu upaya yang dilakukan pemkab bersama DPRD, selain memberikan penghargaan atau reward kepada wartawan beprestasi, juga mengalokasikan anggaran buat studi komperatif yang dilakukan kawan-kawan wartawan, terutama di PWI dan Balai Wartawan Luak Limopuluah,” kata Yendi Tomas saat menerima kedatangan pengurus PWI Limapuluh Kota di ruang kerjanya, kemarin.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*