Pemko Bukittinggi Musnahkan Barang Milik PKL

Pemko Bukittinggi memusnahkan barang-barang miliki PKL yang disita.

Pemko Bukittinggi memusnahkan barang-barang miliki PKL yang disita.

Advertisements

BUKITTINGGI, PADANGTODAY.COM-Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bukittinggi bersama instansi terkait memusnahkan 15 unit barang bukti milik PKL yang disita oleh negara, Kamis (21/8).

Hal ini dilakukan akibat tertangkap berdagang pada tempat terlarang atau fasilitas umum, sehingga mereka ditindak sesuai Peraturan Daerah Nomor 25 tahun tahun 2004 tentang ketentraman dan ketertiban umum.

15 unit barang bukti itu terdiri atas 6 buah payung, 4 buah gerobak, 4 meja acesoris, serta 1 buah palung kain berwarna hitam, yang disita Kejaksaan Negeri pada tahun 2013 dan 2014, serta sebelumnya para PKL telah mengikuti sidang tindak pidana ringan.Ujar Kepala Satpol PP Bukittinggi Syafnir

“Para PKL yang barang buktinya diamakankan ini pada umumnya telah tertangkap tangan beberapa kali berjualan di tempat terlarang, pelakunya juga dikenakan denda sebesar 200 ribu rupiah, dan seluruh dimusnahkan dengan cara membakarnya dihalaman Kantor Satpol PP dan selebihnya dihancurkan menggunakan alat berat, “jelasnya

Menurut Syafnir, eksekusi 15 kasus dan pemusnahan barang bukti tindak pidana ringan berdasarkan putusan pengadilan ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan Satpol PP Bukittinggi bahkan juga di Provinsi Sumatera Barat.

“Untuk penindakan PKL itu Pemerintah Kota Bukittinggi mendapat dukungan penuh dari jajaran Muspida dan kedepan penegakan aturan terkait pelanggaran PKL ini kedepan akan dilaksanakan secara maksimal, sehingga memberikan efek jera dan pada pelaku tidak lagi dapat bermain-main dengan aturan dan ketetapan yang berlaku, “tuturnya.

Dengan rutinnya kegiatan pemusnahan barang bukti ini, masyarakat yang berprofesi sebagai PKL tidak lagi gampang melakukan pelanggaran, karena selama razia dilaksanakan mereka terkesan main kucing-kucingan, saat petugas datang mereka lari dan saat suasana aman mereka kembali membuka lapak untuk berdagang.harap nya (Doni Punjadi)