Pemko Padang Mutasi Besar-besaran Lurah dan Kepala Sekolah

Penandatanganan surat Mutasi oleh Kepala Sekolah dan Lurah Kota Padang dihadapan Walikota PAdang Mahyeldi Ansharulla.

Penandatanganan surat Mutasi oleh Kepala Sekolah dan Lurah Kota Padang dihadapan Walikota PAdang Mahyeldi Ansharulla.

Advertisements
Pengucapan Sumpah Oleh Para Mutasi.

Pengucapan Sumpah Oleh Para Mutasi.

PADANG, PADANGTODAY.com-Pemerintah Kota Padang kembali melakukan penyegaran, Senin (2/2), kali ini mutasi besar – besaran bergulir untuk Lurah dan Kepala Sekolah serta beberapa pejabat eselon III dan IV di lingkungan SKPD. Sebanyak 387 pejabat tersebut dilantik Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah di Gedung Serbaguna Bagindo Aziz Chan, Balaikota.

Dua pejabat eselon III yang dilantik, yaitu Musdek, Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal dan Informal pada Dinas Pendidikan, bertukar tempat dengan Nurhayati yang sebelumnya Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja.

Sedangkan para Lurah lebih banyak berotasi, diantaranya Lurah Olo Kecamatan Padang Barat pindah menjadi Lurah Kampung Pondok, sementara Lurah Kampung Jao Gesril mengisi posisi Jasmi di Kelurahan Olo, lalu Lurah Kampung Jao sendiri dijabat Dahlan yang sebelumnya Lurah Belakang Tangsi.

Tak hanya di Padang Barat, di sepuluh kecamatan lain pun terjadi penyegaran pejabat Lurah. Hanya sedikit diantaranya, para Lurah ini merupakan pejabat yang mendapat promosi dari jabatan sebelumnya, seperti Ermawati, Sekretaris Kelurahan Rimbo Kaluang promosi menjadi Lurah Flamboyan Baru Kecamatan Padang Barat.

Adapun Lurah Filnarita yang sempat diprotes warga Kelurahan Air Tawar Timur Kecamatan Padang Utara, jabatannya digantikan Zalminur yang sebelumnya Lurah Ulak Karang Selatan.

Menariknya, untuk Kepala Sekolah yang dilantik justru kebingungan mereka ditempatkan dimana, karena sebelumnya ada yang tidak diberitahu penempatannya. Maka tak pelak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) diserbu para kepala sekolah ini untuk melihat penempatan. Terlebih, dalam kesempatan tersebut tak semua nama disebutkan protokol.

“Mutasi ini merupakan kebutuhan organisasi guna mengisi kekosongan sekaligus untuk penyegaran agar tata kerja berjalan dengan baik,” kata Walikota Mahyeldi usai pelantikan.

Menurut Walikota, pejabat yang ditempatkan tentu saja berdasarkan penilaian kinerja dan mereka yang bisa diajak bergerak cepat serat bekerja sama . “Pejabat yang lambat, menghambat, memperlambat dan berlambat – lambat praktis akan ditinggalkan,” ujar Mahyeldi sembari menyebut pelantikan selanjutnya pasti akan ada lagi sesuai kebutuhan di SKPD.(rel/dil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*