Pemusik Austria akan Warnai Konser Karawitan Muda 2015

Konser Karawitan 2015.

Konser Karawitan .

Advertisements

Jakarta, PADANGTODAY.com-Konser Karawitan Muda (KMI) ke-9 yang diselenggarakan pada 2015 mendatang akan menjadi ajang promosi seni karawitan kepada pecinta musik Indonesia dari luar negeri. Rencananya, KMI ke-9 akan mendatangkan pemain musik dari Austria yang akan berpartisipasi dan ikut memainkan alat musik karawitan. Rencana tersebut mengemuka pada pembukaan KMI ke-8 di Gedung Kesenian Jakarta, Selasa (28/10).

Salah seorang pemusik senior yang aktif dalam pergelaran KMI, Dwiki Dharmawan, mengungkapkan kebanggaannya atas budaya karawitan Indonesia. Daya tarik musik karawitan ini, kata dia, merupakan aset yang harus dijaga oleh setiap generasi. Dwiki juga mengapresiasi jika musisi dari luar negeri akan berpartisipasi dalam pergelaran KMI.

“Ke depan tidak hanya penampil dari Indonesia saja, tapi juga dari Australia, Afrika, dan mereka memainkan alat musik kita. Bangga, kan, dengan budaya Indonesia?,” katanya pada jumpa pers sebelum pembukaan KMI ke 8, di Gedung Kesenian Jakarta, Selasa (28/10).

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Arief Rachman mengatakan, setiap musik orisinil daerah memiliki keunikan masing-masing. Dalam setiap pergelaran KMI, kata dia, alat musik apapun yang berasal dari daerah, bisa mengajukan diri untuk tampil disini. “Targetnya adalah apresiasi bagi musik tradisi yang ada, yang daftar duluan itu yang kita tangkap,” katanya.

Arief menambahkan, pergelaran KMI hendaknya menular ke daerah-daerah lain sebagai wujud nyata pelestarian budaya karawitan. DKI Jakarta yang secara reguler menyisihkan anggaran untuk kegiatan ini juga diharapkan untuk jadi pengimbas ke daerah lain.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman, mengatakan, Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus menggelar KMI setiap tahun. Pergelaran ini, kata dia, adalah tanggung jawab seluruh stake holder untuk melestarikan budaya bangsa. Dan target yang dibidik untuk acara ini adalah anak-anak muda. “Tujuannya agar mereka bisa mengapresiasi bahkan menjadi pelaku karawitan yang tangguh, ”tuturnya. (dil/Aline Rogeleonick)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*