Penangkapan WaKet KPK Bambang Widjojanto Bertepatan Dengan Ulang Tahun Megawati Soekarnoputeri

20150115_054946_bambang-widjajanto
PADANGTODAY.COM-Peristiwa penangkapan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto (BW) oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri bertepatan dengan hari ulang tahun Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputeri yang ke-68 tahun.

Bagi BW, hari itu merupakan hari nahas lantaran dibekuk oleh aparat kepolisian. BW ditangkap pagi hari ketika mengantarkan anaknya pergi ke Sekolah. BW pun langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Wakil Kapolri Badrodin Haiti mengatakan BW ditangkap karena kasus pengajuan saksi palsu di sengketa Pilkada Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah di MK pada tahun 2010 silam. Badrodin juga mengatakan, penangkapan terhadap BW baru dilakukan hari ini lantaran pihak kepolisian baru bisa melengkapi sejumlah alat bukti.

“Karena ini alat buktinya baru ditemukan sekarang,” ujar Badrodin saat ditanya alasan penangkapan BW saat ini, Senin (23/1).

Melihat kaitan Mega dan BW harus merujuk pada peristiwa penetapan calon Kapolri Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai tersangka oleh KPK pada hari Selasa (13/1) sehari sebelum akan diuji (Fit and Proper Test) oleh DPR.

KPK menetapkan BG sebagai tersangka dengan dalih adanya transaksi gelap yang mengakibatkan kepemilikan rekening gendut pada polisi bintang tiga itu. Namun, penetapan BG sebagai tersangka sebagai tersangka langsung melahirkan berbagai dampak yang tidak sederhana.

Komjen BG selama ini dikenal sebagai orang dekat Mega dan BG pernah menjadi ajudan Mega ketika ia menjadi Presiden Indonesia ke-5. Bahkan sejumlah rumor yang berkembang mengatakan, pengajuan Komjen BG sebagai calon tunggal Kapolri oleh Presiden Joko Widodo ( Jokowi) atas desakan Mega.

Jokowi pun terjepit. Hampir semua pihak mendesak Jokowi membatalkan pencalonan Budi Gunawan. Namun dadu sudah dilempar.

“Alasan objektif sekarang ini tidak ada. Yang ada adalah alasan subjektif, kepentingan politik. Membuat posisi presiden terjepit di antara 4 penjuru: Istana, DPR, Kuningan ( KPK), Teuku Umar (Megawati Sukarnoputri). Jangan sampai Mega marah atau jasmerah,” ucap Pengamat Politik Populi Center, Nico Harjanto.

Dari situlah ketegangan antara KPK dan Polri tak terhindarkan. Meski telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, DPR tetap melanjutkan proses Fit and Propertest kepada Budi Gunawan semakin menguat.

Yang tak kalah mengejutkan, pada hari kamis (22/1) Plt Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menggelar jumpa pers dan membeberkan aib ketua KPK Abraham Samad. Hasto mengatakan, penetapan BG sebagai tersangka sarat akan motif politik pribadi Abraham Samad.

Hasto mengatakan dirinya mendengar langsung ucapan ketua KPK itu yang mengatakan Budi Gunawan adalah orang yang menggagalkan Samad sebagai calon Wakil Presiden Jokowi.

Namun PDIP membantah semua rumor ini. Mereka mengaku acara di rumah Mega hanya pesta ulang tahun saja. Tak ada pembahasan sama sekali soal Budi Gunawan atau penangkapan Bambang Widjojanto.

“Enggak ada, kan lagi ulang tahun,” pungkasnya.(ian/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*