Pencapaian MOP di Padangpanjang Masih Jauh dari Target

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Tingkat pencapaian Prakiraan Permintaan Masyarakat (PPM) untuk Metoda Operasi Pria (MOP) sejak tiga tahun belakangan di Kota Padangpanjang terus menunjukkan angka mengkhawatirkan. Terutama di tahun 2015 ini, hingga Juli hanya tercatat 1 orang dari 20 kader ditargetkan.

Kepala Kantor Permberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Padangpanjang, Neti Herawati menyebut PPM terhadap MOP sempat menggembirakan pada tahun 2013 sebanyak 8 orang. Namun di tahun berikutnya menurun drastis tanpa satupun PPM, sehingga dikeluarkannya kebijakan reward khusus bagi kader MOP pada APBD 2015 sebesar Rp4 juta untuk perorangnya.

Namun demikian, kebijakan yang bertujuan untuk mendongkrak PPM terhadap MOP tersebut batal direalisasikan karena edaran gubernur terikat larangan pemberian dana hibah. Reward yang direncanakan seniali Rp4 juta itu, harus dibatalkan sehingga sangat mempengaruhi tingkat PPM pada MOP tahun 2015 ini.

“Melalui penetapan APBD 2015, pemerintah telah menganggarkan reward bagi kader MOP sebesar Rp4 juta. Namun hal itu batal dilaksanakan karena ibah tidak dibolehkan seiring dikeluarkannya edaran dari Gubernur Sumbar,” terang Neti kepada Padang Today melalui selulernya, Senin (31/8) siang ini.

Mengendurnya PPM pada MOP tersebut di kota berjuluk Serambi Mekkah itu karena anggaran reward dibatalkan, dinilai sebagai bentuk kesalahan masyarakat atas mempersepsikan makna Keluarga Berencana (KB). Dikatakannya, berbagai bentuk program KB yang dikeluarkan pemerintah pada prinsipnya demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memperlambat laju pertumbuhan penduduk dan mengatur jarak angka kelahiran.

“Selain program KB yang lain tetap dijalankan, MOP digenjot pemerintah karena paling tidak berisiko dan bentuk partisipasi kaum pria dalam mendukung kebijakan pemerintah terhadap perencanaan keluarga sejahtera. PPM untuk MOP di sejumlah daerah lainnya di Sumbar cukup tinggi, karena kesadaran masyarakatnya juga sangat baik terhadap program KB,” tuturnya.

Meski capaian MOP sangat kecil, Neti mengaku cukup bangga melihat capaian PPM pada program kontrasepsi lainnya. Capaian peserta KB baru Kota Padangpanjang hingga Juli, seperti IUD sebanyak 542 orang, MOW 61 orang, Kondom 42 orang, Implan 148 orang, suntikan 131 orang dan pil 22 orang.

“Melihat pencatatan PPM pada program kontrasepsi selain MOP, kesadaran masyarakat Padangpanjang terhadap KB cukup bagus. Buktinya untuk IUD, dari 471 PPM mampu dicapai angkat 542 atau sebesar 115 persen dan PPM kontrasepsi lainnya di atas 100 persen,” beber Neti.

Namun terkait masih rendahnya pencapaian MOP, Neti berharap masyarakat kaum pria untuk memahami makna sebenarnya tentang keluarga berencana. “MOP merupakan salah satu bentuk partisipasi kaum pria dalam merencanakan keluarga yang sejahtera. Partisipasi pria untuk menjalani MOP ini masih rendah karena mungkin masih takut, malu dan merasa dikebiri. Padahal tidak demikian. Untuk itulah kami gencar melakukan sosialisasi melalui penyuluh lapangan dan bekerja sama dengan jajaran TNI,” pungkasnya. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas