Pencuri Buah “Bernyanyi”, Sindikat Curanmor Diringkus

Padangpanjang—Berawal tertangkapnya tiga pencuri buah di lingkungan Pasar Padangpanjang, Polres setempat berhasil ungkap sindikat pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di 16 Tempat Kejadian Perkara (TKP) selama 2019 ini. Hal ini diungkapkan dalam gelar perkara dan barang bukti (BB) di halaman Mapolres, Kamis (4/4).

Pelaku pencurian buah, EV, 14, RH, 14 dan DY, 27, merupakan tersangka pelaku pencurian buah di bilangan Pasar Padangpanjang. Penangkapan ke tiga pelaku di salah satu warnet di bilangan pasar pada Jumat (31/3) sekira pukul 23.00 WIB itu, menjadi awal terungkapnya sindikat curanmor terhadap 16 kasus selama 2019 ini.

Tersangka RH yang “bernyanyi” saat diperiksa, terlibat aksi curanmor di kota berhawa sejuk itu bersama SP, 27, asal X Koto Tanahdatar, yang kemudian diketahui sebagai otak sindikat curanmor dalam beberapa bulan belakangan ini. Tersangka SP  sendiri yang sudah merupakan target operasi (TO), kemudian diburu dan ditangkap di Siak Provinsi Riau pada Selasa (2/4) sekira pukul 14.00 WIB siang.

“Berdasarkan keterangan RH, tersangka SP langsung diburu dan berhasil diketahui keberadaannya dengan bantuan tekhnologi (cekpos) melalui Mabes Polri. Keterangan SP mengarah terlibatnya tiga tersangka lainnya yang sudah kita kantongi identitas dan keberadaanya, masih diburu,” ungkap Cepi merahasiakan inisial tersangka buronan tersebut.

Sementara dua anak pelaku (tersangka, red) lainnya, AD, 14 dan RM, 16 asal Padangpanjang juga berhasil diringkus jajaran Polres Padangpanjang terkait penggelapan kendaraan bermotor bermodus dengan meminjam dan menggadaikan milik korban.

AD dan RM diringkus di Rengat Provinsi Riau dalam pelarian setelah melakukan aksi kejahatan penggelapan ranmor dengan modus melarikan dari pemilik setelah dipinjam. Ke dua anak pelaku lebih dulu diamankan petugas kepolisian setempat, setelah tertangkap melakukan kejahatan pencurian dengan pemberatan (curat) berupa aki mobil.

“Kedua pelaku yang tidak tergabung dalam sindikat ini, diamankan petugas Kamling setempat pada Minggu (31/3) dini hari ketika tertidur di salah satu pos ronda. Karena pengakuan mereka terkait status ranmor yang digunakan merupakan hasil pencurian, pihak kepolisian langsung mengamankan dan menghubungi kami untuk segera menjemput,” ujar Cepi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas