Pendidikan Politik Perempuan

Oleh: Edriana Noerdin
Aktivis Perempuan

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh sanak saudara semua.

Masyarakat Minang adalah masyarakat yang berpendidikan dan mencintai
Pendidikan. Bisa kita sebut tokoh-tokoh, pergerakan kemerdekaan maupun tokoh politik dan intelektual abad 20 an yang berpendidikan tinggi pada masanya atau yang memulai gerakannya melalui isu pendidikan.

Mulai dari Tokoh perempuan Siti Mangopoh, HR. Rasuna Said, Ruhana Kuddus dan Rahmah El Yunusiah, kemudian St Syahrir, Moh. Natsir, Bung Hatta dan banyak lagi nama-nama besar lainnya yang menghiasi buku-buku pelajaran sejarah bangsa kita yang berasal dari ranah Minang.

Dapat kita lihat dimasyarakat pembicaraan tentang politik sudah menjadi wacana keseharian yang menghiasi perbincangan dilapau-lapau (warung,red) atau dalam setiap pertemuan dimana saja. Dangan tingkat kesadaran politik yang tinggi maka tidak heran bahwa masyarakat Sumbar punya pertimbangannya sendiri dalam setiap pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden/wk.Presiden.

Sekarang masyarakat dihadapkan dengan realita adanya perempuan yang mendaftar untuk ikut dalam kontestasi politik sebagai calon Gubernur Sumbar. Dalam perbincangan di berbagai WAG atau komen di berbagai IG mulai ramai perbincangan apakah sudah saatnya perempuan memimpin di Sumbar?

Kalau tidak sekarang kapan lagi? Kalau tidak kita lalu siapa lagi yang akan membuka ruang mengangkat wacana ini ditengah2 masyarakat? Bagaimana agar masyarakat bila bisa menerima seorang perempuan yang maju sebagai Calon Gubernur di Sumbar?

Dari hasil diskusi dengan beberapa tokoh masyarakat, banyak yang mengatakan bahwa memang sekarang ujian untuk membuktikan bahwa peran politik bundo kanduang tidak hanya dalam urusan domestik keluarga, adat istiadat, maupun urusan sosial saja, tetapi juga sudah saatnya harus siap mengambil peran politik secara aktif.

Sekarang pertanyaannya Bagaimana agar sistem kekerabatan yang matrilineal bisa memberi kekuatan bagi perubahan sistem politik yang patriarkal yang kurang memberi kesempatan dan dukungan bagi perempuan minang untuk berkiprah sebagai kepala daerah pada saat ini.

Wassalam

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas