Penerima Beasiswa DDS Prakerin ke Malaysia

Penerimaan beasiswa kerjasama Dompet Dhuafa SInggalang dengan SMK Teknologi Pulus Padang.

Penerimaan beasiswa kerjasama Dompet Dhuafa SInggalang dengan SMK Teknologi Pulus Padang.

Advertisements

PADANG, PADANGTODAY.com-Dua penerima beasiswa Dompet Dhuafa Singgalang, Rahmad Kiki Febrian (17) dan Jannatul Firdaus (17) akan berangkat praktek Kerja Industri (Prakerin) ke Malaysia pertengahan Mei mendatang. Untuk turut serta menjadi peserta Prakerin tidak mudah tapi kedua anak asuh Dompet Dhuafa ini berhasil melewati segala seleksi.

Kegiatan yang menjadi agenda rutin SMK Teknologi Plus Padang ini memiliki tahapan tes yang cukup sulit untuk dilalui. Di antaranya, syarat usia peserta harus diatas 17 tahun (sebagai syarat pengurusan paspor-red), ada tes kepribadian yang meliputi tes tingkah laku, kehadiran, kerapian, kerajinan siswa, serta ujian tertulis dan praktik.

“Proses tahapan tesnya memakan waktu lima bulan. Dalam kurun waktu tersebus kelayakan siswa yang akan diluluskan untuk prakerin ke Malaysia diuji. Jika kriteria siswa yang mengikuti tes tidak memenuhi syarat maka akan gugur satu per satu,” jelas Rahmat Kiki Febrian yang akrab dipanggil Rian, Rabu (25/2).

Rian dan Daus merasa sangat bersyukur dapat lulus. Tesnya tidak mudah tapi mereka berhasil lulus. “Bekal pengalaman danpendidikan selama di Rumah Binaan (Rumbi) Dompet Dhuafa membuat saya lebih disiplin dan mandiri,” kata Daus.

Jangankan pergi ke Malaysia, melanjutkan sekolah ke SMK Teknologi Plus saja dulu mereka tidak berencana. “Sekarang malah bisa Prakerin ke luar negeri,” tuturnya.

Menjelang kelulusan SMP dulu, mereka memberanikan diri mengurus pengajuan beasiswa ke kantor Dompet Dhuafa Singgalang. Apa daya, kondisi ekonomi9 orang tua sangat tidak mengizinkan mereka untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Dari hasil seleksi beasiswa mereka dinyatakan lulus sebagai penerima beasiswa kejuruan di SMK Teknologi Plus.

“Pengadaan beasiswa Studi Kejuruan ini berupa pembinaan asrama, bantuan biaya transportasi, konsumsi harian, dan biaya praktikum sekolah,” jelas Manajer Pemberdayaan Dompet Dhuafa, Riko Onki Putra.

Selama mendapat pembinaan asrama, dua siswa jurusan Teknik Audio Video (TAV) tersebut mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga. Mereka menjelaskan beberapa program wajib di asrama yang meliputi pembinaan shalat 5 waktu ke Masjid, hafalan Alquran yang disetor wajib setiap minggu, produktif menghasilkan karya mandiri per bulan, serta disiplin piket asrama.

Dalam keseharian mereka juga diajarkan bagaimana untuk membina hubungan baik antar sesama penghuni asrama yang memiliki usia dan kepribadian beragam. Metode pembinaan di asrama yang memberi dampak positif tersebut menjadi inspirasi Rian dan Daus untuk diterapkan di lingkungan sekolah. Salah satu buahnya adalah mereka akan Prakerin ke Malaysia. (nisa/winda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*