Pengabdian Mahasiwa Etoser Dompet Dhuafa

 Mahassiwa penerima manfaat beasiswa Etos Dompet Dhuafa (Etoser) wilayah Bogor memperlajari konsep pengelolaan sampah di Komunias Salam Rancage, Bogor.

Mahassiwa penerima manfaat beasiswa Etos Dompet Dhuafa (Etoser) wilayah Bogor memperlajari konsep pengelolaan sampah di Komunias Salam Rancage, Bogor.

BOGOR, PADANGTODAY.com-Mahasiswa penerima manfaat beasiswa Etos Dompet Dhuafa (Etoser) di 16 perguruan tinggi negeri bergengsi di tanah air memiliki program pengabdian masyarakat tersendiri di wilayah masing-masing. Mereka tidak hanya belajar di kampus tapi juga menjadi mahasiswa yang berguna sejak dini. Di Padang, mahasiswa etoser Dompet Dhuafa yang kuliah di Universitas Andalas juga memiliki Program Desa Produktif (Despro.

“Program ini seperti desa mitra binaan, lokasinya di Jawa gadut Padang,” terang Pendamping Etos Padang, Irsyadul ‘Ibaad, Kamis (14/1).

Dilanjutkannya, kegiatan rutin dilakukan perminggu. Dibagi menjadi tiga kegiatan secara bergantian, kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Lain lagi yang dilakukan etoser di wilayah Bogor. Senin lalu, mereka dibekali dengan konsep pengelolaan sampah berupa Bank Sampah di Komunitas Salam Rancage, Sekolah Alam Bogor (SAB) di Cimahpar, Bogor, Senin (12/1) lalu.

Hal tersebut tidak terlepas aktivitas pemberdayaan yang dilakukan Etoser Dompet Dhuafa wilayah Bogor di Desa Galuga, Bogor. Di desa yang masyhur dengan Tempat Pembuangan Sampah Akhir itu, Etoser Dompet Dhuafa wilayah Bogor memiliki program pemberdayaan Desa Produktif.

Program Etoser Desa Produktif di Desa Galuga berupa pendidikan dan sosialisasi hidup sehat warga setempat. Dengan mempelajari konsep bank sampah, Etoser berharap dapat mengaplikasikannya di Desa Galuga.

Di Komunitas Salam Rancage, Etoser mempelajari teknik pemanfaatan sampah koran menjadi aneka kerajinan tangan dan memperluas jaringan dengan komunitas pemberdayaan masyarakat. Di tempat tersebut, terdapat tumpukan sampah yang sudah bersih yang dikumpulkan oleh siswa SAB sebagai tabungan sampah. Sampah-sampah tersebut kemudian diolah menjadi aneka kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Hal terpenting dalam program pemberdayaan masyarakat maupun pelatihan adalah keberlanjutan dan hasil yang jelas yang bisa diperoleh oleh masyarakat,” tutur Penggagas Salam Rencage Tri Permana Dewi dengan semangat.

“Kami berharap agar kegiatan kunjungan ini menjadi sarana pembelajaran bagi etoser Bogor dalam mengelola gunungan sampah yang ada di Desa Galuga serta mampu memberikan peluang ekonomi bagi warga Galuga,” ujar Subika, ketua Despro Bogor 2013-2014.

Desa Produktif merupakan laboratorium pemberdayaan masyarakat para etoser sebagai wadah mengasah jiwa kepedulian sosial, keterampilan dalam memberdayakan masyarakat, dan sebagai bentuk tanggung jawab menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi. Etoser berasal dari masyarakat, bagian dari masyarakat dan akan kembali kepada masyarakat.

Desa Produktif sendiri telah dilaksanakan di 12 wilayah program Beastudi Etos yakni Desa Lamnga (Aceh), Desa Namorambe (Medan), Desa Jawa Gadut (Padang), Situ Pladen (Jakarta), Desa Galuga (Bogor), Desa Jayagiri, (Bandung), Desa Nanggerang (Jatinangor), Desa Rowosari (Semarang), Dusun Bronggang (Yogyakarta), Desa Kedung Cowek (Surabaya), Desa Bukit Sampah (Samarinda), dan Desa Tambasa (Makassar). (dil/winda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*