PENGAMAT: TPS RAWAN HARUS JADI PERHATIAN SEMUA PIHAK

Padang,Padang-today.com – Pengamat Politik, DR.Asrinaldi menyatakan Tempat Pemunungutan Suara (TPS) berpontesi menjadi rawan pada Pilkada 2017 di Mentawai dan Kota Payakumbuh hendaknya menjadi perhatian semua pihak terkait.

Advertisements

“Cukup banyaknya tempat pemungutan suara (TPS) yang punya potensi rawan pada pilkada 2017 di Mentawai dan Payakumbuh, sebagaimana dirilis Bawaslu Sumbar, hendaknya menjadi perhatian bagi semua pihak, yakni kepolisian, KPU dan lain sebagaimnanya,”kata Asrinaldi di Padang.

Ia menjelaskan, kategori TPS rawan itu paling terkait kondisi geografis suatu daerah, ketersediaan SDM mengawasi TPS yang dianggap rawan, kemudian topografi yang kondisinya rawan sekali terjadi kecurangan, karena pengawasan tidak maksimal disebabkan daerah-daerah kerjanya yang sulit dijangkau.

“Nah, kalau itu dibiarkan bisa saja kerawanan di TPS bisa saja terjadi,” kata Asrinaldi.

Bila dilihat dari kateristik dua daerah yakni Mentawai dan Payakumbuh jelas cukup jauh beda. “Kalau di Mentawai kondisi geografisnya yang sulit, sedangkan di Payakumbuh kondisi daerahnya berdampingan dengan wilayah Kabupaten Limapuluh Kota. “Maka potensi kerawanan bisa terjadi, di dua daerah tersebut” jelas Asrinaldi.

Ia mengatakan, perlu disikapi dan dicermati oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara pilkada di masing-masing daerah, karena itu berhubungan dengan jumlah partisipasi pemilih saja, tetapi banyak hal yang menjadikan TPS itu rawan.

“Saya menilai kalau TPS rawan di Mentawai dan Payakumbuh jika dilihat akibat partisipasi pemilih, itu bisa saja,”katanya.

Menyinggung potensi kerawanan TPS di Payakumbuh akibat letaknya berdekatan dengan kabupaten Limapuluh Kota. Asrinaldi menyebutkan potensi rawan itu ada.

Dari hasil diskusi saya dengan kalangan akademisi dan LSM, daerah pembatasan itu mudah diakses sehingga mobilisasi pemilih, itu dimungkinkan terjadi apalagi adanya KTP-KTP ganti atau pemilih-pemilih yang sudah meninggal lalu muncul lagi.

“Hal itu perlu disikapi dan dicermati oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara pilkada,”tegas Asrinaldi.

Ia menjelaskan, untuk meminimalisir potensi kerawanan di TPS itu, tidak hanya menjadi tanggung jawab dari penyelenggaran saja, tapi juga menjadi tanggung jawab kepolisian. Selanjutnya pengawasan dari para saksi di TPS juga dibutuhkan.

“Pasalnya masih ada dari saksi itu yang enggan datang ke TPS karena domisili mereka cukup jauh serta masalah transportasi. Ini perlu diberdayakannya oleh paslon. Kalau tidak, ya bisa jadi sumber sengketa nantinya,”.
Sementara itu Pengamat Politik UNP Padang, Nora Eka Putri juga menyatakan, potensi TPS rawan sewaktu pilkada itu cenderung ada. Penyebabnya ada yang bersifat teknis ada yang bersifat non teknis.

“Di Mentawai potensi kerawanan TPS itu cenderung bersifat teknis, karena kondisi geografis dan terbatasnya akses komunikasi, serta transportasi akan muncul potensi keterlambatan logistik pilkada sampai di lokasi,”katanya.

Meskipun tidak dipungkiri, lanjutnya, juga aspek non teknis, misalnya potensi kecurangan dalam pilkada, mungkin money politik atau kecurangan dalam proses pencoblosan hingga penghitungan akhir sebelum dikirimkan ke KPU.

Begitu juga dengan Payakumbuh, potensi TPS rawan bisa terjadi dari aspek teknis mungkin tidak sebesar Mentawai. “Tapi potensi kerawanan itu diduga muncul dari aspek non teknis yang lebih diwaspadai,” imbuh Nora.

Nora menambahkan, potensi kerawanan tersebut sebenarnya dapat dikurangi bahkan dihindari. yakni pertama, diminta komitmen dari penyelenggara pilkada mulai dari PPS, KPPS, PPK hingga KPU kabupaten kota termasuk Panwaslih karena kalau hanya sekadar menjalankan tugas tanpa komitmen tinggi untuk berbuat jujur juga susah.

Kemudian yang harus dilakukan,yakni sosialisasi kepada pemilih untuk menggunakan suara. Jangan menyalahgunakan identitas atau undangan untuk memilih.

“Ini penting tidak saha untuk kepentingan pilkada yang jujur, tapi juga bentuk dari literasi politik bagi masyarakat,”ujarnya.

Sementara sebelumnya Bawaslu Sumbar memetakan ratusan TPS rawan di dua daerah melaksanakan Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017. Ratusan TPS tersebut menyebar di Kota Payakumbuh dan Kabupate Kepuluan Mentawai. (der).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*