Pengelola Kapal Wisata Angso Duo Ungkap Penyebab Karamnya Kapal

Padang-today.com__Kapal Motor Wisata Angso Duo yang membawa belasan wisatawan domestik dari Pantai Gandoriah menuju Pulau Angso Duo, karam di perairan Pariaman, Sabtu (26-10-2019) kemaren sekitar pukul 15.15 WIB,

Diketahui, seorang wisatawan domestik asal Kota Bukittingi meninggal saat berwisata di Pulau Angso Duo, saat mengujungi pulau tersebut. Diduga mengalami kebocoran dengan masuknya air laut ke lambung kapal, meangkibatkan kapal itu karam di sekitar 25 meter dari bibir pulau Angso Duo tersebut.

Petugas Kantor Syahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pariaman, Rudi Yunus yang berada di Pulau Angso Duo mengungkapkan, terlihat dari jarak jauh bahwa kapal itu sudah oleh, namun dengan jarak 50 meter dari Pulau Angso kapal tersebut tenggelam.

Ia mengatakan, evakuasi dilakukan oleh petugas dan masyarakat setempat dengan cara berenang dan menggunakan pelampung yang ada. “Setelah dievakuasi langsung dinaikan ke atas kapal dan dibawa ke RSUD Pariaman” jelasnya.

Ia mengatakan, dari belasan itu ada sebanyak 12 orang rombongan guru SMPN 1 Palupuah, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah. Dari 12 orang itu 1 meninggal dunia dan 1 masih kritis.

Salah satu diantara rombongan guru yang juga Kepala Sekolah SMPN 1 Paluah, Tambril (55) mengungkapkan, korban yang meninggal dunia yaitu Masyirida (45) merupakan guru keterampilan disekolah dari Mandiangin Bukittinggi. Sedangkan yang masih kritis yaitu Ina Kartika.

Ia mengatakan, berangkat menuju pulau angso dari Pantai Gandoriyah menggunakan kapal wisata tapi tidak pakai tiket atau karcis. Diminta Rp30 ribu per orang.

Lanjutnya, dalam perjalanan menuju kapal tersebut digenangi air, namun sudah ditimba oleh ABK akan tetapi airnya tidak berhenti, bahkan bertambah penuh hingga kapal tenggelam. “Dalam kondisi tersebut kami sudah minta kepada nahkoda kapal agar balik lagi ke tepi, namun tetap membantah bahwa masih aman sampai ditujuan,” terangnya.

Perwakilan pemilik kapal wisata maritim pulau angso duo, Iwan, mengatakan pada saat kapal membawa penumpang ke Pulau Angso Duo cuaca kurang bersahabat atau cukup ekstrim untuk melakukan wisata ke Pulau Angso Duo.

“Dengan kurangnya pengawasan oleh pihak pemerintah, ini lah akibatnya. Sehingga satu orang wisatawan domistik asal Bukittinggi meninggal saat berwisata di sini,” kata Iwan saat menghadiri rapat dengan pejabat instansi pemerintah di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Minggu (27-10-2019)

Katanya, kapal pengangkutan wisata yang karam tersebut termasuk layak jalan. Namun, dari pihak pemerintah kurangnya perhatian dalam pelayanan dan pengawasan untuk wisata maritim pulau angso duo.

Selama ini, kata dia, management atau pimpinan dalam wisata maritim pulau angso duo itu tidak jelas dengan meknisme dan sistim yang akan dilakukan oleh penguna jasa kapal. Sebelumnya, kami percaya kepada pihak pemerintah dalam pengawasan dan sistim yang akan diberikan kepada peguna jasa layanan wisata maritim itu.

“Hingga saat ini, dalam pengelolaan tiket untuk membaw wisatawan ke pulau angso tersebut tidak ada kejelasan. Artinya, disini terjadi dua kepemimpinan. Nah, disinlah kurangnya pengawsan yang dilakukan oleh pihak pemerintah,”kata dia.

Ia berharap, untuk wisata yang satu ini pihak pemerintah dan pengelola jasa angkutan wisata maritim itu agar dapat bersinergi hendaknya. Artinya, pihak dishub, pihak pariwisata, dan pihak KSOP, hendaknya satu komando dan satu pintu dalam pelaksanaan wisata maritim itu.

“Tenggelamnya kapal bukan mengalami kebocoran, tetapi air laut masuk kedalam kapal. Hal ini disebabkan oleh tingginya gelombang dan cuaca yang cukup ekstrim,” kata dia. (Herry Suger).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas