Pengelolaan Hutan Libatkan Masyarakat

 

Advertisements

AGAM, PADANGTODAY.com-Hutan-hutan alami di seluruh dunia sedang mengalami masa-masa krisis. Tumbuhan dan binatang yang hidup didalamnya pun terancam punah. Tapi tidak semuanya merupakan kabar buruk, masih ada harapan untuk menyelamatkan hutan-hutan ini dan menyelamatkan mereka yang hidup dari hutan.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Agam Melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) memperhatikan hal tersebut dengan memberdayakan masyarakat khusunya bagi hutan rakyat dengan mengoptimalkan penanaman hutan rakyat seluas 175 hektare yang tersebar di empat lokasi seperti, Nagari Koto Gadang, Kecamatan Tanjang Raya 50 hektare, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang 40 hektare, Nagari Kamang Mudik, Kecamatan Kamang Magek 45 hekater, Nagari Nan Tujuah dan Kecamatan Palupuah 40 hektare.

Menurut Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Kabupaten Agam Yulnasri didampingi oleh Kabid Kehutanan Afniwirman mengatakan, pemerintah sangat menghargai masyarakat sebagai pengelolah hutan serta tidak lagi menganggap masyarakat sebagai pengganggu hutan, karena hutan juga berfungsi sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat.

“Pemerintah terus melakukan pembangunan sumber daya hutan secara lestari dengan melakukan kebijakan pengelolaan hutan yang mengoptimalkan keterlibatan masyarakat sekitar hutan yang bergantung pada hutan itu sendiri. Dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Yulnasri menambahkan, untuk masa rehabiltiasi dan konservasi, kegiatan pemanfaatan hutan untuk produksi kayu dari hutan alam semestinya harus mulai dikurangi. Kegiatan rehabilitasi dan koservasi hutan semakin ditingkatkan untuk memulihkan fungsi hutan, sehingga program ini menjadi penting dalam merehabilitasi, mengkonservasi, sekaligus memberdayakan perekonomian masyarakat sekitar hutan.

Selain itu, masyarakat biasanya mengalokasikan lahannya untuk kebun kayu sebagai tambahan penghasilan. namun mereka tidak terbiasa untuk memperluas dan menigkatkan kualitas kebun kayunya, sehingga berkualitas kayu menjadi rendah, yang pada akhirnya mempengaruhi harga jual kayu tersebut.

Oleh karenanya Pihak Dishutbun lansung menyentuh masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan kebun kayu dengan silvikultur, penjualan hasil kayu, serta menyederhanakan peraturan penjualan kayu tingkat masyarakat, Selain itu, peningkatan kemampuan silvikultur dalam meningkatkan pendapatan petani dari kebun kayu dengan pengelolahan penjualan kayu secara berkelompok dan bermitra dengan penjual. Sehingga Hutan menjadi salah satu solusi perekonomian dengan pemberdayaan masyarakat yang mempunyai lahan, mengatur ekosistemnya dan meningkatkan sisi komersialnya. Dinas kehutanan telah berkontribusi terhadap kebijakan pemerintah untuk membantu masyarakat sekitar hutan untuk meningkatkan taraf hidup mereka melalui pemanfaatan hutan.(martunis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*