Pengprov TI Sumbar Kirim Tujuh Wasit Ikuti Pelatihan Nasioanal

PADANG, PADANGTODAY.com-Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Sumbar mengirim tujuh orang wasit untuk pengikuti pelatihan wasit nasional di Bandung 20-24 Agustus. Pelatihan ini adalah untuk wasit yang pertama kali mengikuti pelatihan wasit nasional.

Tujuh wasit yang dikirim tersebut adalah Bustami (Agam), Tambrizal (Sijunjung), Rendi Budiman (Padang), Doni Safitra (Pesisir Selatan), Ali Surya (Solok), Defri Ajin (Padang Panjang) dan Yuda Gusti (Pasaman Barat).

Dijelaskan oleh Ketua TI Sumbar Handrianto tujuan dikutkannya tujuh wasit nasional tersebut agar para wasit tersebut bisa nantinya memimpin pertandingan yang berlevel nasional. “Jadi salah satu syarat agar wasit tersebut bisa memimpin pertandingan berskala nasionala dalah telah mengikuti pelatihan wasit ini,” ujar Ketua TI Sumbar Handrianto, Rabu (19/8).

Sebelumnya TI Sumbar juga mengirim 10 wasit untuk mengikuti Penyegaran Wasit Nasional (PWN) yang digelar di Depok 13-16 Agustus lalu.PWN ini adalah untuk wasit yang sudah pernah mengikuti pelatihan wasit nasional
“Jika mereka tidak mengikuti penyegaran wasit nasional ini para wasit tersebut tidak bisa memimpin pertandingan nasional lagi. Jadi supaya tidak hilang legalitas sebagai wasit nasional maka mereka wajib mengikutinya lagi,” sambungnya.

10 wasit yang mengikuti PWN adalah Elvison, Suryadi, Agung, M. Amin, Suhandi, Sadri Novel, Suci Ambun Sari, Ray Sofi, Han Prihantriondra dan Handrianto. “Jadi diperkirakan ada sekitar 17 wasit nasional yang dimiliki TI Sumbar,” sambungnya.

Dijelaskan oleh Handrianto kalau penyegaran wasit ini digelar karena adanya peraturan baru mengenai pertandingan. Untuk itu para wasit wajib mengukutinya. “Biasanya peraturan tersebut dikeluarkan oleh World Taekwondo Federation (WTF), lalu wasit internasional masing-masing negara mengikutinya dan memberikan pelatihan di negaranya,” ujarnya.

TI Sumbar juga akan melakukan pelatihan untuk peraturan baru untuk wasit yang ada didaerah. Rencanya kegiatan tersebut akan dilakukan pada bulan Desember mendatang. “Sebab sebelum bulan tersebut TI Sumbar sibuk untuk persiapan menghadapi Kejurnas Pra PON,” jelasnya.

Handrianto menjelaskan pemahaman peraturan pertandingan tidak hanya penting untuk wasit, namun juga untuk pelatih dan atlet. “Jadi para pelatih bisa memberikan persiapan yang bagus buat atletnya. Seperti aturan mengenai kalau jatuh, kalau jatuh satu kali dikurangi poin setengah, dua kali dikurangi satu, jadi para pelatih bisa menyiapkan atletnya agar kuda-kudanya lebih kuat lagi,” paparnya. (admin/san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas