Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Melalui Emo-Demo di Masa Pandemi

Sudah hampir 8 bulan lamanya Indonesia termasuk Provinsi Sumatera Barat dilanda Pandemi Covid-19, akibatnya banyak perhatian saat ini ditujukan pada penanganan pandemi tersebut.

Risti Kurnia Dewi, S.Gz, M.Si

Meskipun demikian, kita tidak boleh mengesampingkan masalah kesehatan lainnya seperti stunting (anak pendek). Stunting saat ini masih menjadi masalah yang belum teratasi, bahkan Provinsi Sumatera Barat saat ini memiliki lokus stunting tambahan yaitu Kabupaten Lima Puluh Kota.

Terdapat 10 Nagari pada Kabupaten Lima Puluh Kota yang tergolong ke dalam nagari lokus stunting. Salah satunya ialah Nagari Manggilang di Kecamatan Pangkalan.

Sebagai upaya dalam mengatasi masalah stunting pada Nagari Manggilang, tim pengabdian masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Andalas yang diketuai oleh Risti Kurnia Dewi, S.Gz, M.Si dan beranggotakan Hafifatul Auliya Rahmy, SKM, MKM dan Firdaus, SP, M.Si bersama dengan Global Alliance for Nutrititon (GAIN) memutuskan untuk melakukan pelatihan pada Kader Kesehatan mengenai Anemia pada Ibu Hamil melalui metode Emo-Demo.

Topik ini dipilih karena anemia pada masa kehamilan merupakan salah satu faktor risiko terjadinya stunting. Metode Emo-Demo sendiri dipilih karena metode ini dilaksanakan melalui suatu sesi edukasi interaktif menggunakan permainan yang menggugah emosi dan terbukti cukup efektif untuk mencapai perubahan perilaku.

Pelatihan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting selama 4 hari dengan 2 agenda utama yaitu Training of Trainer (TOT) Tenaga Pelaksana Gizi pada tanggal 5-6 Agustus 2020 dan kegiatan pelatihan inti pada tanggal 11-12 Agustus 2020.

Peserta Pelatihan , tim pengabdian masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Andalas.

Pelatihan dibantu oleh 5 orang fasilitator secara jarak jauh dari Provinsi Jawa Timur. Fasilitator tersebut diantaranya Wiwik Sulistyorini dan Pipit Sri Wahyuni (GAIN Training Coordinator), Akbar Cendia & Suci Ferdiana (Master of Trainer Kota Surabaya) dan Kukuh Prayitnaning Adi (Master of Trainer Kab. Jember).

Sementara itu 15 orang kader Kesehatan mengikuti pelatihan dari Aula Puskesmas Pangkalan dengan selalu memperhatikan protocol Covid. Meskipun terkadang terkendala jaringan, pelatihan dapat berhasil terlaksana cukup baik dan peserta pun mengalami peningkatan pengetahuan yang dibuktikan melalui peningkatan skor post test.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas