Penipuan Umruh, Polisi Bekuk Tersangka

Padang-today.com__Sebuah perusahaan biro perjalan haji dan umroh PT. Safinatun Najah Salsabil diadukan karena dugaan penipuan. Dugaan itu tertuju kepada Betty Afnita yang beralamat di Jalan Imam Bonjol, Kota Pariaman, Sumbar, dengan korban 120 calon jemaah yang gagal berangkat ibadah.

Perusahaan itu dilaporkan oleh calon jemaah pada 05 September 2017 dengan surat Laporan Polisi LP/121/B/IX/2017/SPKT/Polres Tanggal 05 September 2017. Jamaah tersebut mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Kota Pariaman didampingi seorang kuasa hukum, Alwis Ilyas.

“Kami melapor atas dugaan penipuan dan penggelapan,” kata Alwis Ilyas ketika menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (27/8) di Mapolres Kota Pariaman.

Alwis menerangkan, terlapor adalah Direktur Utama PT. Safinatun Najah salsabil, Betty Afnita disebutnya paling bertanggung jawab atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan terhadap 120 calon jemaah di berbagai wilayah di Sumatera Barat.

Alwis mengatakan, peristiwa dugaan penipuan itu terjadi pada tahun 2017 lalu. Sebagian para calon jemaah umroh telah melunasi biaya berangkat ke Arab Saudi untuk menjlankan ibadah umroh ke biro perjalan tersebut.

“Miskipun sudah melunasi sebagian biaya jemaah, puluhan calon jamaah umroh tersebut gagal berangkat tanpa alasan yang jelas. Bahkan, sampai terlapor diadukan oleh pihak jamaah itu, uang yang telah disetorkan ke perusahaan biro perjalanan itu tak kunjung kembali,” ujarnya.

Kliennya, kata dia, membawa barang bukti pembayaran melalui administrasi berupa kwitansi tanda terima uang. Ia berharap, uang yang telah disetorkan oleh kliennya itu untuk dapat dikembalikan kepada calon jamaah itu.

Kapolres Kota Pariaman, Andri Kurniawan membenarkan adanya laporan dugaan penipuan calon jemaah umroh yang dilakukan oleh biro perjalanan tersebut.

“ Tersangka BA yang berjenis kelamin perempuan beralamat Jalan DR. M. Djamil No 4 Kelurahan Jawi-jawi 1 Kec Pariaman Tengah Kota Pariaman diduga telah melakukan penipuan calon jemaah umroh,” kata Kapolres Pariaman Andri Kurniawan ketika menjawab pertanyaan wartawan, di Mapolres Kota pariaman, Selasa.

Ia mengatakan, kejadian berawal ketika pelapor dan rekanannya yang disebut sebagai calon jemaah umroh mendaftar untuk berangkat umroh dengan Perusahan biro perjalan itu.

Para jemaah telah melunasi semua biaya umroh sebelum berangkat yang telah dijanjikan oleh PT perjalanan tersebut, pada tanggal 20 Desember 2016.

“Untuk biaya ada yang beragam tergantung paket yang dipilih, mulai dari Rp 19.500.000 (sembilan belas juta lima ratus ribu rupiah) paket promo per orangsampai dengan Rp. 30.000.000 (Ttiga puluh juta rupiah) paket reguler, namun biaya tersebut ditambah dengan biaya lain oleh PT biro perjalanan itu yang tidak ditentukan oleh biaya sebelumnya. Dan semuanya dilunasi oleh para calon jemaah. Hingga kesepakatan keberangkatan yang dijanjikan oleh biro perjalan itu tak kunjung terlaksana. Atas dasar itulah klinnya mengadukan tersangka ke pihak kepolisian,” kata dia.

Dalam perkara ini, kata dia, penyidik telah melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa semua administrasi keberangkatan para calon jemaah tersebut. Mulai dari kwitansi pembayaran hingga surat pernyataan untuk mengembalkikan uang para calon jemaah tersebut.

Dari total kerugian calon jemaah sementara senilai Rp 1,5 milyar. Atas perbuatannya itu tersangka dugaan penipuan itu dapat diancam hukuman 6 tahun. Dijerat dengan pasal 63 ayat 2 dan pasal 64 ayat 2 uu nomor 13 tahun 2018 tentang penyelengaraan haji dan umrah. Dan junto pasal penipuan dan pengelapan 378 dan 372 KUHP. (Herry Suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas