Penipuan Yang Dilakukan Direktur Utama AAA Sekuritas Menimbulkan Ketidakpercayaan Investor

Menu Saham Pilihan Mandiri Sekuritas

Menu Saham Pilihan Mandiri Sekuritas

Jakarta, PADANGTODAY.COM -Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) menilai kasus dugaan penipuan yang dilakukan Direktur Utama AAA Sekuritas Andri Rukminto atas repo fiktif di dua bank yaitu PT Bank BPD Maluku dan PT Bank Antar Daerah (ANDA) akan menimbulkan ketidakpercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

OJK menemukan adanya transaksi Reverse Repo surat berharga Rp 262 miliar di BPD Maluku serta pembelian Reverse Repo surat berharga Rp 146 miliar dan US$ 1,25 juta di Bank ANDA. Saat ini, Andri tengah diperiksa polisi.

Ketua Umum APEI Susi Meilina mengungkapkan, otoritas pasar modal Indonesia saat ini tengah gencar melakukan sosialisasi untuk bisa menarik banyak investor.

Dengan kasus kasus yang menimpa AAA Sekuritas, memungkinkan investor hilang kepercayaan terhadap pasar modal.

“Saat ini kita kan sedang bertujuan memperbanyak jumlah investor di pasar modal. Dengan kejadian ini bisa saja akan membuat kerugian, kerugiannya berupa ketidakpercayaan investor, padahal kita lagi giat-giatnya,” kata Susi kepada detikFinance, Kamis (22/1/2015).

Menurutnya, industri pasar modal merupakan salah satu industri yang punya berbagai regulasi ketat, pelanggaran yang dilakukan tentunya akan ada sanksinya.

“Pasar modal itu highly regulated, sudah diatur detil untuk operation termasuk pengaturan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD), ketaatan, dan lain-lain, selayaknya anggota APEI harus melakukan apa yang sudah diatur,” terangnya.

Namun begitu, Susi menyebutkan, pihaknya masih akan melihat hasil pemeriksaan yang bersangkutan. Dia berharap, masyarakat masih menaruh kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

“Ada asas praduga tak bersalah, kita tunggu hasilnya saja. Pengalaman masa lalu, kejadian-kejadian seperti ini takutnya akan menimbulkan ketidakpercayaan investor,” tandasnya.

(drk/ang/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*