Penjagaan Kamtibmas Harus Didukung Oleh Lapisan Masyarakat

 

PADANGPARIAMAN, PADANGTODAY.com-Situasi kamtibmas harus setiap saat dijaga. Namun, menjaga situasi kamtibmas tidak dapat dilakukan oleh Polri semata. Dukungan semua lampisan masyarakat sangat menentukan untuk menjaga situasi kamtibmas di daerah ini, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padangpariaman.

Salah satunya, mendirikan pos roda pada masing-masing korong di Kabupaten Padangpariaman adalah salah satu bentuk menjaga situasi kamtibmas secara bersama-sama. Dengan ada pos ronda akan diketahui, siapa saja orang yang masuk dan keluar dari dalam kampung tersebut.

Kemudian lagi persoalan dan berbagai peraturan hukum juga harus diketahui oleh masyarakat. Sehingga masyarakat juga mengetahui tentang hukum. Sehingga masyarakat dapat memahami produk hukum yang ada di negara ini. Sekarang ini tidak zamannya lagi masyarakat tidak mengetahui berbagai jenis produk hukum negara.

Persoalan tersebut terungkap saat Kapolres Pariaman AKBP Rico Junaldi SIk melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat, agama, adat dan pemuda di halaman Mapolsek Kampung Dalam, Kabupaten Padangpariaman, Selasa kemarin. “Kita dalam melaksanakan tugas butuh dukungan semua lampisan masyarakat,” kata Rico Junaldi saat itu.

Katanya, tugas polisi adalah sebagai pelindung, pengayom, pelayan dan penegakan hukum. Semua masukan yang disampaikan masyarakat dalam pertemuan ini ditampung. Sebab, Polres Pariaman tidak akan bisa melaksanakan tugas seorang diri, tanpa ada bantuan dari masyarakat.

Kemudian lagi katanya, negara Indonesia telah dinyatakan darurat narkoba. Dalam membasmi narkoba tersebut harus dengan dukungan semua lampisan masyarakat. Sehingga jaringan-jaringan narkoba yang ada di wilayah hukum Polres Pariaman dapat dibasmi. Apalagi wilayah hukumnya ada dua yakni Kota Pariaman dan Padangpariaman.

Apalagi katanya, berbagai jenis narkoba tersebut begitu mudah masuk ke daerah ini, karena telah ada jasa pengiriman barang. Dalam itulah smeua pihak wajib mengawasinya. Sehingga berbagai persoalan narkoba yang ada di daerah ini dapat dibasmi peredarannya. “Semua itu perlu dukungan semua lampisan masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya, tentang persoalan lain, kalau masih bisa dibawa dengan duduk satu meja tentu dilaksanakan terlebih dahulu sebelum sampai ke tingkat yang lebih tinggi. Sehingga berbagai persoalan di tingkat kampung dalam wilayah hukumnya dapat diatasi dengan kebersamaan. Apalagi di wilayah hukum Polres Pariaman ada tigo tungku sajarangan. ‘

Sementara itu, Kapolsek V Koto Kampung Dalam AKP Yusuf dalam pertemuan tersebut menyatakan, dalam wilayahnya tidak ada pembalakan liar atau illegal loging. Namun, yang menonjol sekarang terjadi adalah aksi jambret dan aksi pembunuhan garin masjid di Korong Linggeh Kampung Dalam.

“Saat ini kasus pembunuhan di Linggeh itu telah hampir selesai berkas perkaranya. Bahkan segera dilaksanakan rekontruksi kasus pembunuhan tersebut,” ujarnya.

Kendala yang dihadapi oleh Polsek Kampung Dalam selama ini lanjutnya, adalah persoalan pengrusakan barang atau benda di atas tanah pusaka masyarakat. Sementara korban dari pengrusakan tersebut terus mendesak pihak Polsek Kampung Dalam untuk dilakukan proses lebih jauh. “Namun, saat kita naikan kasusnya ternyata berkas tidak bisa keluar P 21 nya, karena tanah tidak memiliki sertifikat,” ujarnya.

Sedangkan Rustam Djalaluddin Dt Simarajo ( Ketua KAN setempat ) meminta kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Pariaman untuk dioptimalisasikan penerapan Undang-Undang adat yang berjumlah 20 butir.

“Semua itu penting agar pelaksanaan UU adat tersebut berjalan baik ditengah-tengah masyarakat dalam wilayah hukum Polres Pariaman. Kedatangan kapolres kali ini adalah bentuk kerja sama yang baik bagi kita sebagai masyarakat. Kita sebagai ninik mamak siap memabntu tugas-tugas kepolisian daerah ini untuk kemajuan Padangpariaman yang lebih baik dan aman dan sejahtera,” tambahnya mengakhiri. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*