Penjelasan Lion Terkait Enam Penumpang Tidak Bisa Berangkat

 

Padang-today.com – Lion Air Group memberikan informasi resmi mengenai penerbangan nomor JT-911 pada Selasa (23/ 4) melayani dari Bandar Udara
Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat (BDO) tujuan Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO) memiliki jadwal keberangkatan (schedule time departure) pukul 10.15 WIB, bahwa operasional dijalankan sesuai standar prosedur (SOP).

“Lion Air memberikan larifikasi terkait penanganan enam penumpang dan barang bawaan yang tidak dapat melanjutkan penerbangan JT-911,”kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro

    Danang menyatakan saat proses check-in, penumpang melaporkan tiga bagasi tercatat total 30 kg dan empat bagasi kabin.

“Petugas layanan darat (ground handling) memberikan tanda label kuning (baggage tag) pada keempat barang bawaan tersebut,”kata dia.

Menurut Danang, ketika petugas layanan darat menjalankan penanganan (handle) berdasarkan hasil pengamatan (sweeping and profiling) terhadap barang bawaan/ bagasi yang dibawa penumpang, petugas menemukan (actual) sembilan barang bawaan oleh penumpang dimaksud.

   Berdasarkan kondisi ini, lanjut dia petugas sudah mengawali dengan menyampaikan permohonan maaf kemudian menginformasikan barang bawaan berjumlah sembilan koli melebihi batas yang sudah ditentukan untuk dibawa ke dalam kabin.

Setiap penumpang (kecuali bayi) diperbolehkan membawa satu bagasi kabin (cabin baggage) maksimum berat 7 kg dan satu barang pribadi (personal item) seperti tas laptop/ perlengkapan bayi/ bahan bacaan/ kamera/ tas jinjing wanita (hand luggage) ke dalam kabin (hand carry), yang mengikuti aturan berlaku menurut maksimum dimensi bagasi kabin tidak lebih dari 40 cm x 30 cm x 20 cm. Kategori anak (child) usia 2- 12 tahun juga mempunyai jatah dan diperbolehkan membawa bagasi kabin menurut ukuran standar.

   “Dalam hal ini, barang bawaan yang menjadi hak anak bisa dibawa/ diwakilkan oleh pendamping atau jika anak bepergian tanpa pendamping dapat dibantu bawakan oleh petugas,”jelas Danang.

Danang menyataakan, petugas Lion Air tidak meminta/menyuruh penumpang kategori anak membawa bagasi sendiri. Oleh karena itu petugas menyarankan barang bawaan lainnya agar didaftarkan sebagai bagasi tercatat (dibagasikan) ke dalam kompartemen bagasi pesawat, namun penumpang menolak atas informasi yang
disampaikan petugas.

   “Situasi ini terjadi di ruang tunggu keberangkatan (waiting room), berlangsung cukup lama dan ketika waktu penumpang terakhir memasuki pesawat (final boarding),”kata dia.

Petugas darat lainnya menginformasikan kepada kru pesawat, masih ada penumpang di ruang tunggu yang sedang menyelesaikan kapasitas barang bawaan.

“Dikarenakan waktu keberangkatan sudah sesuai, penumpang dimaksud tidak segera masuk ke pesawat dan pertimbangan upaya Lion Air menjaga kinerja ketepatan waktu (on time performance), maka pilot sebagai person in command (PIC) memutuskan pesawat pada penerbangan JT-911 tutup pintu (door close) serta bersiap lepas landas,”imbuh Danang.

Danang menjelaskan, dalam mempersiapkan rencana perjalanan, Lion Air menghimbau kepada seluruh pelanggan untuk check-in lebih awal paling tidak 120 menit sebelum jadwal penerbangan di terminal keberangkatan bandar udara.

Hal ini guna meminimalisir antrean panjang di meja pelaporan (check-in counter) serta dampak lainnya.

“Counter check-in di bandar udara untuk penerbangan domestik akan tutup 30 menit dan ruang tunggu keberangkatan akan tutup 10 menit sebelum waktu keberangkatan,”pungkasnya.

    Lion Air menawarkan konsep “tren perjalanan udara simpel”, sesuai era kekinian atau millennials traveling.

“Apabila pelanggan akan membawa bagasi saat bepergian maka dapat membeli bagasi. Sebaliknya, jika berangkat tanpa bagasi, maka tidak perlu membayar bagasi. Dengan demikian memberikan nilai lebih ekonomis serta terjangkau dengan pilihan kapasitas bagasi yang disesuaikan tingkat kebutuhan,”imbuh Danang.

Danang menambahkan,bagi pelanggan yang akan membawa bagasi dapat melakukan pembelian voucher bagasi (pre-paid baggage) melalui agen perjalanan (agent travel), www.lionair.co.id dan kantor penjualan tiket Lion Air Group.

Pembelian bagasi dengan harga lebih hemat bisa dilakukan pada saat dan setelah pembayaran tiket (issued ticket), ketentuan batas waktu maksimum enam jam sebelum keberangkatan.

“Sehubungan layanan bagasi, setiap penumpang dapat menggunakan fasilitas alat pengukur bagasi di bandar udara untuk menentukan apakah bagasi kabin sesuai dengan peraturan bagasi kabin. Apabila ada pertanyaan lebih lanjut, dipersilakan untuk menghubungi petugas layanan darat Lion Air,”ujar dia.(*rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas