Penyandang Cacat Jiwa, Cemi, Diantar Bupati Irfendi Arbi ke RS HB Sa’anin Padang

Penyandang Cacat Jiwa, Cemi, Diantar Bupati Irfendi Arbi ke RS HB Sa’anin Padang

Penyandang Cacat Jiwa, Cemi, Diantar Bupati Irfendi Arbi ke RS HB Sa’anin Padang

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Cemi (17) yang warga Jorong Sipatai Nagari Taram Kecamatan Harau mengalami ganguan jiwa sekaligus cacat, akhirnya mendapat perhatian dari Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi.

“Masih banyak masyarakat kita yang mengalami ganguan jiwa dan cacat yang harus segera kita obati dan butuh penangangan segera untuk dirawat ke RS Jiwa HB Sa’anin Gadut Padang”.

Masyarakat jangan sampai membiarkan kalau ada diantara kita ada yang butuh bantuan menyangkut penyakit kejiwaan dan cacat yang dalam kehidupan terpaksa memasung, merantai atau mengurung di rumah diakibatkan ekonomi, kata Irfendi Arbi Arbi melepas Cemi ke RS Jiwa Padang, Minggu(17/4).

Apapun alasannya tindakan pemasungan, merantai atau mengurung penderita ganguan jiwa  tetap tak dibenarkan. Setelah mendapat laporan tentang pemasungan tersebut, Irfendi Arbi langsung datang ke lokasi dan membawanya Cemi untuk diobati. Apapun alasannya, tindakan pemasungan tidak dapat dibenarkan,” kata Irfendi Arbi.

Orang tua Cemi terpaksa mengurung anaknya  karena khawatir melarikan diri dan tindakannya akan membahayakan warga. Padahal mereka itu tidak tega melihat anaknya seperti itu.

Pemahaman masyarakat masih rendah tentang gangguan jiwa. Selain itu, juga disebabkan banyak penderita yang disembunyikan oleh keluarga. “Bisa jadi karena malu dilihat oleh orang lain. Makanya disembunyikan,” paparnya kata Kadis Kesehatan dr Adel Nofiarman.

Namun, ia menegaskan seharusnya penderita tidak dipasung. Sebab pemasungan itu semakin membuat gangguan jiwa yang dialami penderita semakin parah. “Kebanyakan yang dipasung itu, mengamuk,” tambahnya.

Sejauh ini, untuk menahan laju penyakit ini Dinkes melakukan berbagai upaya, mulai preventif dan pasca. Untuk upaya prefentif dengan menerjunkan petugas untuk memonitor warga yang dikhawatirkan memiliki kecenderungan dapat alami gangguan jiwa.

“Selain itu, pihak Dinkes juga gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang penyakit ini seperti ciri-cirinya, cara penanganannya,” katanya.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas