Perangi Politik Uang, Bawaslu Siapkan Ratusan Patroli Pengawas

Padangpanjang—Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Padangpanjang, Santina mengatakan embrio dari persoalan korupsi adalah politik uang, politik transaksional, yang merusak demokrasi dan harus menjadi musuh bersama.

Menyikapi ini, Bawaslu bersama-sama dengan masyarakat berupaya mencegah politik uang dari hulu sampai hilir dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk berani menolak politik uang. Di antaranya dengan membuat gerakan anti politik uang.

“Ini harus kita bangun bersama-sama dengan masyarakat. Untuk saat ini gerakan anti politik uang saya kira masih bersifat sporadis. Bagaimana melakukan gerakan anti politik uang secara sistematis,” ujar Santina melalui selularnya, Sabtu (13/4) kemarin.

Tidak hanya kompetisi sesama partai politik (parpol) sangat ketat dan dinamis, antar calon legislatif di internal parpol kontestasinya juga lebih ekstra dalam memperoleh suara sebanyak-banyaknya yang akan dikonversi menjadi syarat perolehan kursi. Melihat kondisi itu, Santina berharap para peserta Pemilu tidak berpikiran pragmatis, asal menang dengan berbagai cara.

“Cara pintas yang ditempuh oleh peserta pemilu adalah politik uang. Peserta Pemilu menyuap dengan uang untuk memilih dirinya. Ini adalah tantangan kita bersama. Bawaslu berharap patrol pengawasan anti politik uang dapat berperan maksimal secara bersama-sama dengan masyarakat dalam memerangi embrio penyakit korupsi ini,” ucap Santina.

Wakil Wali Kota Padangpanjang, Asrul pada kesempatan menghadiri apel patroli pengawas anti politik uang di halaman Balaikota setempat Jumat (12/4) menilai kegiatan tersebut sangat diperlukan guna menjaga integritas dan netralitas penyelenggara Pemilu, khususnya jajaran Bawaslu sebagai pengawas Pemilu harus netral.

“Penyelenggara Pemilu harus netral betul, jaga integritas, sehingga Pemilu bisa lancar tanpa permasalahan di Kabupaten Magelang. Apel ini sangat positif guna memantapkan integritas jajaran pengawas Pemilu,” sebut Asrul.

Wawako Assrul menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi dan menegaskan integritas dari jajaran Bawaslu Kota Padangpanjang. Mulai dari pengawas TPS, pengawas kelurahan dan kecamatan hingga kota.

“Sesuai dengan ruang lingkupnya, semua jajaran Bawaslu akan mengawasi potensi pelanggaran Pemilu. Khususnya praktik politik uang yang dapat menciderai demokrasi, kami yakini Bawaslu dengan personil patroli pengawas akan bekerja maksimal,” tutur Asrul sembari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menciptakan Pemilu damai dan badunsanak. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas