Peringati Hari Anti Narkoba Internasional, Pusat kajian Klinik dan Layanan Masyarakat Jadi Pemateri Dalam Webinar Nasional

Advertisements

Jambi-Webinar Nasional diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi pada Sabtu, 26 Juni 2021. dr Tri Wibowo dan Hafifatul Auliya Rahmy, SKM M.K.M selaku pengurus pusat kajian sangat peduli agar terciptanya generasi milenial bebas narkoba.

Tema webinar yang diselenggarakan secara daring adalah “Optimalisasi Milenial dalam Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Bahasan yang disampaikan oleh ibu Hafifatul Auliya rahmy adalah tentang Narkoba dan Dampaknya. Melihat dari Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang narkotika, disana dituliskan terdapat 3 (Tiga) golongan narkotika dan dalam Undang-Undang No 5 tahun 1997 tentang psikotropika terdapat 4 (empat) golongan psikotropika. Selain itu juga ada peraturan Permenkes RI no 57 tahun 2017 tentang perubahan penggolongan narkotika.

Narkoba singkatan dari narkotika dan zat/bahan berbahaya lainnya. Narkotika didefinisikan pada UU no 35 tahun 2009 Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan,…”. Sedangkan Psikotropika didefinikan menurut UU no 5 tahun 1997 Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalu pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.

Hafifatul Auliya Rahmy, SKM M.K.M
Hafifatul Auliya Rahmy, SKM M.K.M

Penyalahgunaan narkoba yang umum terjadi di kalangan masyarakat adalah narkotika golongan I seperti ganja, opium, heroin, amfetamin, metafetamin dan lainnya. Secara umum semua jenis narkotika jika disalahgunakan akan memberikan empat dampak sebagai berikut:
1. Depresan, Pemakai akan tertidur atau tidak sadarkan diri. 2. Halusinogen, Pemakai akan berhalusinasi (melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada). 3. Stimulan, Mempercepat kerja organ tubuh seperti jantung dan otak sehingga pemakai merasa lebih bertenaga untuk sementara waktu. Karena organ tubuh terus dipaksa bekerja di luar batas normal, lama-lama sarafsarafnya akan rusak dan bisa mengakibatkan kematian. 4. Adiktif, Pemakai akan merasa ketagihan sehingga akan melakukan berbagai cara agar terus bisa mengonsumsinya. Jika pemakai tidak bisa
mendapatkannya, tubuhnya aka nada pada kondisi kritis (sakaw).

Efek kerja obat akan berpengaruh pada kerja sistem syarat pusat. Narkoba dapat memacu atau menghambat reseptor, neurotransmitter ataupun neuron yang ada di susunan syaraf pusat. Seseorang dengan penyalahgunaan narkoba menjadi riang (euphoric) sesaat, lalu terpacu (stimulate), namun kemudian menjadi tertekan (despressed) sehingga menimbulkan rasa lesu.

Sebagai contoh, Tetrahydrocannabinol (THC), bahan aktif utama dalam ganja, mengikat dan mengaktifkan reseptor spesifik, yang dikenal sebagai reseptor cannabinoid. Ada banyak reseptor ini di bagian otak yang mengendalikan ingatan, pikiran, konsentrasi, persepsi waktu dan kedalaman, dan gerakan terkoordinasi. Dengan mengaktifkan reseptor ini, THC mengganggu fungsi normal reseptor ini. Pada pengkonsumsi ganja kronis, hilangnya reseptor CB1 di arteri otak mengurangi aliran darah, dan karenanya menurunkan glukosa dan oksigen ke otak. Hasil utamanya adalah defisit perhatian, kehilangan ingatan, dan kemampuan belajar terganggu (The Brain, from top to bottom).

Jangan pernah coba-coba narkoba, zat adiktif yang ada pada narkoba dapat menyebabkan sindrom ketergantungan. Say No To Narkoba untuk Wujudkan Generasi Milenial Bebas Narkoba.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*