Peringati Milad LKC DD, Program HCTPS Cegah Penyakit

Instruktur mencontohkan cara mencuci tangan pakai sabun kepada siswa-siswa peserta HCPTS di SD Negeri 17 Jawa Gadut, Sabtu (1/11).

Instruktur mencontohkan cara mencuci tangan pakai sabun kepada siswa-siswa peserta HCPTS di SD Negeri 17 Jawa Gadut, Sabtu (1/11).

Advertisements

PADANG, PADANGTODAY.com-Sebanyak 350 siswa dari SD Negeri 09, SD Negeri 01, dan SD Negeri 17 Jawa Gadut mengikuti Program Hari Cuci Tangan Pakai Sabun se-dunia 2014, Sabtu (1/11) lalu. Hari tersebut bertepatan dengan Milad Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa yang ke-13.

Hadir dalam acara tersebut, Ibu Wakil Walikota Padang, Hj. Rosnawati, BA, Pimpinan Puskesmas Pauh, Camat Pauh, Kepala UPTD Pauh, dan Kepala SD N 9, 01 dan 17 Jawa Gadut.

Dalam sambutannya, Pimpinan Puskesmas Pauh, dr. Ratna mengatakan walaupun gerakan ini sederhana namun berdampak sangat besar bagi pencegahan penyakit. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah perilaku sehat yang terbukti secara ilmiah dapat mencegah penyebaran penyakit menular, seperti cacingan, diare, ISPA, dan flu burung.

Perwakilan Dana PBB untuk Anak-anak (Unicef) untuk Indonesia, Angela Kerney, pernah memaparkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 31.200 anak balita di Indonesia meninggal tiap tahun karena diare. Di dunia diperkirakan 1,87 juta anak balita terancam diare. Diare jadi penyebab kematian bayi dan anak balita kedua terbanyak setelah pneumonia. Angka morbiditas Diare dan Kecacingan di Indonesia masih tinggi, oleh karena itu penting untuk menyebarluaskan pesan CTPS untuk mencegah penyebaran kedua penyakit tersebut.

Manager Relief and Charity Dompet Dhuafa Singgalang, Karsini, menjelaskan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCPTS) adalah sebuah kampanye global yang dicanangkan oleh PBB bekerjasama dengan organisasi-organisasi lainnya, baik pihak pemerintah maupun swasta, untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun. Perilaku yang merupakan upaya untuk menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia.

Program ini dilakukan secara nasional oleh Dompet Dhuafa di Aceh, Palembang, Padang, Serang, Bandung, Purwokerto, Yogyakarta, Makassar, Kupang, dan Kalimantan Timur. “Ditargetkan 13.130 tangan yang ikut dalam program,” paparnya.

Fokus penyampaian CTPS adalah anak-anak usia Sekolah Dasar, tenaga profesional, dan para ibu yang aktivitasnya bersentuhan dengan makanan sebab kelompok itu memiliki peran penting angka kematian anak di bawah lima tahun akibat penyakit. Salah seorang Guru SD N 17 Jawa Gadut mengungkapkan penanaman kebiasaan mencuci tangan pakai sabun harus sedini mungkin. “Kegiatan seperti ini dapat membuat anak-anak antusias anak-anak mencuci tangan sebelum makan, setelah buang air, serta setelah kontak dengan tanah dan binatang,” katanya.

Dilanjutkannya, selama ini anak-anak hanya dianjurkan secara lisan saja untuk senantiasa menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh makanan atau usai menyentuh yang kotor-kotor, dengan adanya praktik CPTS itu anak-anak dapat lebih ingat dengan pesan keharusan mencuci pakai sabun.

Data WHO, perilaku mencuci tangan pakai sabun mengurangi angka kejadian diare 45 persen, mencegah penyebaran kecacingan, menurunkan kasus infeksi saluran pernapasan akut, dan flu burung 50 persen. Penyakit mata dan infeksi kulit dicegah. Jika perilaku itu diikuti pembangunan sanitasi berbasis masyarakat, seperti jamban sehat, aliran air bersih, drainase, dan lingkungan yang bersih, kasus-kasus tersebut dapat turun hingga hingga 90 persen. Langkah ini akan menyelamatkan hidup anak-anak kita generasi penerus bangsa dari berbagai penyakit menular. (dil/winda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*