Perjuangan Melawan Ombak, LAD Rumah Muallaf Sampaikan Hewan Korban ke Desa Tello

Ibnu Aqil D. Ghani

Ibnu Aqil D. Ghani

Advertisements

Nias Selatan, PADANG-TODAY.com-Bagi sebuah daerah yang sulit dicapai oleh lingkungan luar seperti Pulau Tello, suka dan duka merayakan Idul Qurban di daerah ini memberi kisah yang menarik untuk disimak. Terlebih untuk Idul Qurban tahun ini, Pulau yang berada di Kecamatan Pulau-pulau Batu, Nias Selatan mepunyai ihwal yang berbeda.

Ada 16 ekor hewan korban yang diantarkan untuk disembelih pada Idul Qurban ke pulau ini. Untuk mengirim hewan korban tersebut ke sana, harus melalui berbagai tahap, seperti hewan harus melalui pemeriksaan laboratorium sampai dinyatakan lolos uji kesehatan, hingga uji kelayakan sebagai hewan korban.

Usai melalui pemeriksaan dan pengujian tersebut, tantangan lainnya adalah mode transportasi yang harus dipergunakan untuk mencapai kawasan sana. Menggunakan kapal penyeberangan, tantangan di tengah laut pun banyak ditemukan. Bila ada ombak besar akibat badai, perjalanan harus ditunda.

Sapi yang dikirimkan ke Desa Pasar Tello.

Sapi yang dikirimkan ke Desa Pasar Tello.

Adalah Lembaga Amal dan Dakwah Rumah Muallaf yang mengirim sapi korban ke Pulau Tello yang merasakan pengalaman penuh harap-harap cemas itu. Pasalnya, keberangkatan kapal yang dimulai pada Rabu Rabu (7/9) sekitar pukul 10.00 WIB lalu itu tidak berjalan mulus. Ketika sampai di tengah laut, kira-kira 2 jam perjalanan, kapal harus balik ke Muara Padang karena ombak semakin besar.

Keesokan harinya, Kamis (8/9) pukul 09.00 WIB, kapten kapal memutuskan mencoba berangkat lagi. Siapa sangka, kapal yang mencoba mengarungi laut kembali itu, mesti merapat di Pulau Pisang karena lagi-lagi badai.

Karena keterlambatan ini, persediaan makanan sapi di atas kapal pun juga menipis. Alhasil, saka (gula merah) harus dimuat ke atas kapal yang nantinya diberikan pada sapi-sapi tersebut sebagai penghilang rasa laparnya.

Namun di balik kesulitan itu, ada pula kabar suka yang dirasakan oleh Lembaga Amal dan Dakwah Rumah Muallaf dalam misi mengantarkan hewan-hewan korban tersebut. Menjadi kabar yang menenangkan hati, ketika mengetahui bila tahun lalu tak ada satupun, kini mampu dikirim sejumlah hewan korban ke sana.

Jumlah hewan korban yang disembelih di Pulau Tello sebanyak 16 ekor sapi dan satu ekor kambing. Rencananya, 13 ekor dari hewan-hewan korban itu akan disembelih di masjid Ihsan Desa Pasar Tello. Lalu 2 ekor sapi ditambah 1 kambing sisanya disembelih di Pesantren Bahrul Ulum Yayasan Suluh Nagari Desa Rapa-rapa Melayu dan satu ekor lagi di Pulau Bais.

Seperti diketahui, jumlah pulau di Pulau-pulau Batu Nias Selatan terdiri dari 102 pulau. Terdiri dari 67 desa, 24 desa di antaranya adalah desa berpenduduk muslim. Selain Desa Kelurahan Pasar Tello, tak pernah ada korban sebelumnya di sana. Korban untuk Idul Qurban di Desa Kelurahan Pasar Tello seluruhnya adalah hewan korban dari masyarakat muslim di sana yang kebanyakan terdiri dari para pedagang di sekitar pelabuhan. Sedangkan hewan korban yang disembelih di Rapa-rapa adalah hewan korban kaum muslimin Minangkabau, baik yang di ranah atau yang di rantau melalui LAD Rumah Muallaf.

“LAD Rumah Muallaf mengucapkan terima kasih atas keikutsertaan bapak dan Ibu kaum Muslimin sekalian. Semoga amal ibadah kita diterima di sisi-Nya. Jazakumullahu khairan jaza,” ungkap Ibnu Aqil D. Ghani yang ikut mengantarkan hewan korban tersebut.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*